<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901</id><updated>2011-07-07T18:21:07.653-07:00</updated><category term='Syair'/><category term='Taubat'/><category term='Bersama DR.Daud Rasyid.MA dan Ust.Yumroni.Lc.MA'/><category term='Hukum Bisnis'/><category term='Ilmu dan Akhlak Ustadz Salafy'/><category term='Saling Menasihati'/><category term='Kisah'/><title type='text'>bayuimantoro</title><subtitle type='html'>kumpulan tulisan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-7166757682113940710</id><published>2010-06-11T19:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T19:23:49.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saling Menasihati'/><title type='text'>HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB</title><content type='html'>HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita memperhatikan hari-hari, pekan-pekan, bulan-bulan, sepanjang tahun serta malam dan siangnya, niscaya kita akan mendapatkan bahwa Allah Yang Maha Bijaksana mengistimewakan sebagian dari sebagian lainnya dengan keistimewaan dan keutamaan tertentu. Ada bulan yang dipandang lebih utama dari bulan lainnya, misalnya bulan Ramadhan dengan kewajiban puasa pada siangnya dan sunnah menambah ibadah pada malamnya. Di antara bulan-bulan itu ada pula yang dipilih sebagai bulan haram atau bulan yang dihormati, dan diharamkan berperang pada bulan-bulan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga mengkhususkan hari Jum’at dalam sepekan untuk berkumpul shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah yang berisi peringatan dan nasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim menerangkan dalam kitabnya, Zaadul Ma’aad,[1] bahwa Jum’at mempunyai lebih dari tiga puluh keutamaan, kendatipun demikian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengkhususkan ibadah pada malam Jum’at atau puasa pada hari Jum’at, sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kalian mengkhususkan malam Jum’at untuk beribadah dari malam-malam yang lain dan jangan pula kalian mengkhususkan puasa pada hari Jum’at dari hari-hari yang lainnya, kecuali bila bertepatan (hari Jum’at itu) dengan puasa yang biasa kalian berpuasa padanya.” [HR. Muslim (no. 1144 (148)) dan Ibnu Hibban (no. 3603), lihat Silsilatul Ahaadits ash-Shahihah (no. 980)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Yang Mahabijaksana telah mengutamakan sebagian waktu malam dan siang dengan menjanjikan terkabulnya do’a dan terpenuhinya permintaan. Demikian Allah mengutamakan tiga generasi pertama sesudah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka dianggap sebagai generasi terbaik apabila dibandingkan dengan generasi berikutnya sampai hari Kiamat. Ada beberapa tempat dan masjid yang diutamakan oleh Allah dibandingkan tempat dan masjid lainnya. Semua hal tersebut kita ketahui berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan contoh yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang bulan Rajab, keutamaannya dalam masalah shalat dan puasa padanya dibanding dengan bulan-bulan yang lainnya, semua haditsnya sangat lemah dan palsu. Oleh karena itu tidak boleh seorang Muslim mengutamakan dan melakukan ibadah yang khusus pada bulan Rajab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini akan saya berikan contoh hadits-hadits palsu tentang keutamaan shalat dan puasa di bulan Rajab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADITS PERTAMA&lt;br /&gt;“Artinya : Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: HADITS INI “ MAUDHU’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Syaikh ash-Shaghani (wafat th. 650 H): “Hadits ini maudhu’.” [Lihat Maudhu’atush Shaghani (I/61, no. 129)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits tersebut mempunyai matan yang panjang, lanjutan hadits itu ada lafazh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Janganlah kalian lalai dari (beribadah) pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab, karena malam itu Malaikat menamakannya Raghaaib...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: HADITS INI MAUDHU’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ibnul Qayyim (wafat th. 751 H): “Hadits ini diriwayatkan oleh ‘Abdur Rahman bin Mandah dari Ibnu Jahdham, telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Muhammad bin Sa’id al-Bashry, telah menceritakan kepada kami Khalaf bin ‘Abdullah as-Shan’any, dari Humaid Ath-Thawil dari Anas, secara marfu’. [Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha’if (no. 168-169)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ibnul Jauzi (wafat th. 597 H): “Hadits ini palsu dan yang tertuduh memalsukannya adalah Ibnu Jahdham, mereka menuduh sebagai pendusta. Aku telah mendengar Syaikhku Abdul Wahhab al-Hafizh berkata: “Rawi-rawi hadits tersebut adalah rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal), aku sudah periksa semua kitab, tetapi aku tidak dapati biografi hidup mereka.” [Al-Maudhu’at (II/125), oleh Ibnul Jauzy]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam adz-Dzahaby berkata: “ ’Ali bin ‘Abdullah bin Jahdham az-Zahudi, Abul Hasan Syaikhush Shuufiyyah pengarang kitab Bahjatul Asraar dituduh memalsukan hadits.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata para ulama lainnya: “Dia dituduh membuat hadits palsu tentang shalat ar-Raghaa'ib.” [Periksa: Mizaanul I’tidal (III/142-143, no. 5879)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADITS KEDUA&lt;br /&gt;“Artinya : Keutamaan bulan Rajab atas bulan-bulan lainnya seperti keutamaan al-Qur'an atas semua perkataan, keutamaan bulan Sya’ban seperti keutamaanku atas para Nabi, dan keutamaan bulan Ramadhan seperti keutamaan Allah atas semua hamba.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: HADITS INI MAUDHU’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata al Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany: “Hadits ini palsu.” [Lihat al-Mashnu’ fii Ma’rifatil Haditsil Maudhu’ (no. 206, hal. 128), oleh Syaikh Ali al-Qary al-Makky (wafat th. 1014 H)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADITS KETIGA:&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa shalat Maghrib di malam pertama bulan Rajab, kemudian shalat sesudahnya dua puluh raka’at, setiap raka’at membaca al-Fatihah dan al-Ikhlash serta salam sepuluh kali. Kalian tahu ganjarannya? Sesungguhnya Jibril mengajarkan kepadaku demikian.” Kami berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui, dan berkata: ‘Allah akan pelihara dirinya, hartanya, keluarga dan anaknya serta diselamatkan dari adzab Qubur dan ia akan melewati as-Shirath seperti kilat tanpa dihisab, dan tidak disiksa.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: HADITS MAUDHU’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ibnul Jauzi: “Hadits ini palsu dan kebanyakan rawi-rawinya adalah majhul (tidak dikenal biografinya).” [Lihat al-Maudhu’at Ibnul Jauzy (II/123), al-Fawaa'idul Majmu’ah fil Ahaadits Maudhu’at oleh as-Syaukany (no. 144) dan Tanziihus Syari’ah al-Marfu’ah ‘anil Akhbaaris Syanii’ah al-Maudhu’at (II/89), oleh Abul Hasan ‘Ali bin Muhammad bin ‘Araaq al-Kinani (wafat th. 963 H).]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADITS KEEMPAT&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab dan shalat empat raka’at, di raka’at pertama baca ‘ayat Kursiy’ seratus kali dan di raka’at kedua baca ‘surat al-Ikhlas’ seratus kali, maka dia tidak mati hingga melihat tempatnya di Surga atau diperlihatkan kepadanya (sebelum ia mati)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: HADITS INI MAUDHU’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ibnul Jauzy: “Hadits ini palsu, dan rawi-rawinya majhul serta seorang perawi yang bernama ‘Utsman bin ‘Atha’ adalah perawi matruk menurut para Ahli Hadits.” [Al-Maudhu’at (II/123-124).]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany, ‘Utsman bin ‘Atha’ adalah rawi yang lemah. [Lihat Taqriibut Tahdziib (I/663 no. 4518)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADITS KELIMA&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa puasa satu hari di bulan Rajab (ganjarannya) sama dengan berpuasa satu bulan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: HADITS INI SANGAT LEMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh al-Hafizh dari Abu Dzarr secara marfu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sanad hadits ini ada perawi yang bernama al-Furaat bin as-Saa'ib, dia adalah seorang rawi yang matruk. [Lihat al-Fawaa-id al-Majmu’ah (no. 290)]&lt;br /&gt;Kata Imam an-Nasa'i: “Furaat bin as-Saa'ib Matrukul hadits.” Dan kata Imam al-Bukhari dalam Tarikhul Kabir: “Para Ahli Hadits meninggalkannya, karena dia seorang rawi munkarul hadits, serta dia termasuk rawi yang matruk kata Imam ad-Daraquthni.” [Lihat adh-Dhu’afa wa Matrukin oleh Imam an-Nasa'i (no. 512), al-Jarh wat Ta’dil (VII/80), Mizaanul I’tidal (III/341) dan Lisaanul Mizaan (IV/430).]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADITS KEENAM&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya di Surga ada sungai yang dinamakan ‘Rajab’ airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, barangsiapa yang puasa satu hari pada bulan Rajab maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari air sungai itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: HADITS INI BATHIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh ad-Dailamy (I/2/281) dan al-Ashbahany di dalam kitab at-Targhib (I-II/224) dari jalan Mansyur bin Yazid al-Asadiy telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Imran, ia berkata: “Aku mendengar Anas bin Malik berkata, ...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam adz-Dzahaby berkata: “Mansyur bin Yazid al-Asadiy meriwayatkan darinya, Muhammad al-Mughirah tentang keutamaan bulan Rajab. Mansyur bin Yazid adalah rawi yang tidak dikenal dan khabar (hadits) ini adalah bathil.” [Lihat Mizaanul I’tidal (IV/ 189)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany berkata: “Musa bin ‘Imraan adalah majhul dan aku tidak mengenalnya.” [Lihat Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah (no. 1898)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HADITS KETUJUH.&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa berpuasa tiga hari pada bulan Rajab, dituliskan baginya (ganjaran) puasa satu bulan, barangsiapa berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka Allah tutupkan baginya tujuh buah pintu api Neraka, barangsiapa yang berpuasa delapan hari pada bulan Rajab, maka Allah membukakan baginya delapan buah pintu dari pintu-pintu Surga. Dan barang siapa puasa nishfu (setengah bulan) Rajab, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: HADITS INI PALSU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini termaktub dalam kitab al-Fawaa'idul Majmu’ah fil Ahaadits al-Maudhu’ah (no. 288). Setelah membawakan hadits ini asy-Syaukani berkata: “Suyuthi membawakan hadits ini dalam kitabnya, al-Laaliy al-Mashnu’ah, ia berkata: ‘Hadits ini diriwayatkan dari jalan Amr bin al-Azhar dari Abaan dari Anas secara marfu’.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sanad hadits tersebut ada dua perawi yang sangat lemah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. ‘Amr bin al-Azhar al-‘Ataky.&lt;br /&gt;Imam an-Nasa-i berkata: “Dia Matrukul Hadits.” Sedangkan kata Imam al-Bukhari: “Dia dituduh sebagai pendusta.” Kata Imam Ahmad: “Dia sering memalsukan hadits.” [Periksa, adh-Dhu’afa wal Matrukin (no. 478) oleh Imam an-Nasa-i, Mizaanul I’tidal (III/245-246), al-Jarh wat Ta’dil (VI/221) dan Lisaanul Mizaan (IV/353)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Abaan bin Abi ‘Ayyasy, seorang Tabi’in shaghiir.&lt;br /&gt;Imam Ahmad dan an-Nasa-i berkata: “Dia Matrukul Hadits (ditinggalkan haditsnya).” Kata Yahya bin Ma’in: “Dia matruk.” Dan beliau pernah berkata: “Dia rawi yang lemah.” [Periksa: Adh Dhu’afa wal Matrukin (no. 21), Mizaanul I’tidal (I/10), al-Jarh wat Ta’dil (II/295), Taqriibut Tahdzib (I/51, no. 142)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abu Syaikh dari jalan Ibnu ‘Ulwan dari Abaan. Kata Imam as-Suyuthi: “Ibnu ‘Ulwan adalah pemalsu hadits.” [Lihat al-Fawaaidul Majmu’ah (hal. 102, no. 288).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak lagi hadits-hadits tentang keutamaan Rajab, shalat Raghaa'ib dan puasa Rajab, akan tetapi karena semuanya sangat lemah dan palsu, penulis mencukupkan tujuh hadits saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Zaadul Ma’aad (I/375) cet. Muassasah ar-Risalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;Bagian Terkahir dari Dua Tulisan 2/2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG MASALAH RAJAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Imam Ibnul Jauzy menerangkan bahwa hadits-hadits tentang Rajab, Raghaa'ib adalah palsu dan rawi-rawi majhul. [Lihat al-Maudhu’at (II/123-126)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Kata Imam an-Nawawy:&lt;br /&gt;“Shalat Raghaa-ib ini adalah satu bid’ah yang tercela, munkar dan jelek.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 140)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Syaikh Muhammad Abdus Salam Khilidhir, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at berkata: “Ketahuilah setiap hadits yang menerangkan shalat di awal Rajab, pertengahan atau di akhir Rajab, semuanya tidak bisa diterima dan tidak boleh diamalkan.” [ Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 141)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Kata Syaikh Muhammad Darwiisy al-Huut: “Tidak satupun hadits yang sah tentang bulan Rajab sebagaimana kata Imam Ibnu Rajab.” [Lihat Asnal Mathaalib (hal. 157)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H): “Adapun shalat Raghaa'ib, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), bahkan termasuk bid’ah.... Atsar yang menyatakan (tentang shalat itu) dusta dan palsu menurut kesepakatan para ulama dan tidak pernah sama sekali disebutkan (dikerjakan) oleh seorang ulama Salaf dan para Imam...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya beliau berkata lagi: “Shalat Raghaa'ib adalah BID’AH menurut kesepakatan para Imam, tidak pernah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyu-ruh melaksanakan shalat itu, tidak pula disunnahkan oleh para khalifah sesudah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak pula seorang Imam pun yang menyunnahkan shalat ini, seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, Imam ats-Tsaury, Imam al-Auzaiy, Imam Laits dan selain mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang itu adalah dusta menurut Ijma’ para Ahli Hadits. Demikian juga shalat malam pertama bulan Rajab, malam Isra’, Alfiah nishfu Sya’ban, shalat Ahad, Senin dan shalat hari-hari tertentu dalam satu pekan, meskipun disebutkan oleh sebagian penulis, tapi tidak diragukan lagi oleh orang yang mengerti hadits-hadits tentang hal tersebut, semuanya adalah hadits palsu dan tidak ada seorang Imam pun (yang terkemuka) menyunnahkan shalat ini... Wallahu a’lam.” [Lihat Majmu’ Fataawa (XXIII/132, 134)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Kata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah:&lt;br /&gt;“Semua hadits tentang shalat Raghaa'ib pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab adalah dusta yang diada-adakan atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan semua hadits yang menyebutkan puasa Rajab dan shalat pada beberapa malamnya semuanya adalah dusta (palsu) yang diada-adakan.” [Lihat al-Manaarul Muniif fish Shahiih wadh Dha’iif (hal. 95-97, no. 167-172) oleh Ibnul Qayyim, tahqiq: ‘Abdul Fattah Abu Ghaddah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany mengatakan dalam kitabnya, Tabyiinul ‘Ajab bima Warada fii Fadhli Rajab:&lt;br /&gt;“Tidak ada riwayat yang sah yang menerangkan tentang keutamaan bulan Rajab dan tidak pula tentang puasa khusus di bulan Rajab, serta tidak ada pula hadits yang shahih yang dapat dipegang sebagai hujjah tentang shalat malam khusus di bulan Rajab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]. Imam al-‘Iraqy yang mengoreksi hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Ihya’ ‘Uluumuddin, menerangkan bahwa hadits tentang puasa dan shalat Raghaa'ib adalah hadits maudhu’ (palsu). [Lihat Ihya’ ‘Uluumuddin (I/202)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]. Imam asy-Syaukani menukil perkataan ‘Ali bin Ibra-him al-‘Aththaar, ia berkata dalam risalahnya: “Sesungguhnya riwayat tentang keutamaan puasa Rajab, semuanya adalah palsu dan lemah, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam).” [Lihat al-Fawaa-idul Majmu’ah fil Ahaaditsil Maudhu’ah (hal. 381)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]. Syaikh Abdus Salam, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at menyatakan: “Bahwa membaca kisah tentang Isra’ dan Mi’raj dan merayakannya pada malam tang-gal dua puluh tujuh Rajab adalah BID’AH. Berdzikir dan mengadakan peribadahan tertentu untuk merayakan Isra’ dan Mi’raj adalah BID’AH, do’a-do’a yang khusus dibaca pada bulan Rajab dan Sya’ban semuanya tidak ada sumber (asal pengambilannya) dan BID’AH, sekiranya yang demikian itu perbuatan baik, niscaya para Salafush Shalih sudah melaksanakannya.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 143)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10]. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz, ketua Dewan Buhuts ‘Ilmiyyah, Fatwa, Da’wah dan Irsyad, Saudi Arabia, beliau berkata dalam kitabnya, at-Tahdzir minal Bida’ (hal. 8): “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabatnya tidak pernah mengadakan upacara Isra’ dan Mi’raj dan tidak pula mengkhususkan suatu ibadah apapun pada malam tersebut. Jika peringatan malam tersebut disyar’iatkan, pasti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada ummat, baik melalui ucapan maupun perbuatan. Jika pernah dilakukan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pasti diketahui dan masyhur, dan ten-tunya akan disampaikan oleh para Shahabat kepada kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak memberi nasihat kepada manusia, beliau telah menyampaikan risalah kerasulannya sebaik-baik penyampaian dan telah menjalankan amanah Allah dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika upacara peringatan malam Isra’ dan Mi’raj dan merayakan itu dari agama Allah, ten-tunya tidak akan dilupakan dan disembunyikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi karena hal itu tidak ada, maka jelaslah bahwa upacara tersebut bukan dari ajaran Islam sama sekali. Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi ummat ini, mencukupkan nikmat-Nya dan Allah mengingkari siapa saja yang berani mengada-adakan sesuatu yang baru dalam agama, karena cara tersebut tidak dibenarkan oleh Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam jadi agama bagimu.” [Al-Maa-idah: 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHATIMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai bashirah dan mau mendengarkan nasehat yang baik, dia akan berusaha meninggalkan segala bentuk bid’ah, karena setiap bid’ah adalah sesat, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Tiap-tiap bid’ah itu sesat dan tiap-tiap kesesatan di Neraka.”&lt;br /&gt;[HSR. An-Nasa'i (III/189) dari Jabir radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Sunan an-Nasa'i (I/346 no. 1487) dan Misykatul Mashaabih (I/51)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama, ustadz, kyai yang masih membawakan hadits-hadits yang lemah dan palsu, maka mereka digo-longkan sebagai pendusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Samurah bin Jundub dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang-siapa yang menceritakan satu hadits dariku, padahal dia tahu bahwa hadits itu dusta, maka dia termasuk salah seorang dari dua pendusta.” [HSR. Ahmad (V/20), Muslim (I/7) dan Ibnu Majah (no. 39)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober 2004M]&lt;br /&gt;_______&lt;br /&gt;MARAJI’&lt;br /&gt;[1]. Shahih al-Bukhari.&lt;br /&gt;[2]. Shahih Muslim.&lt;br /&gt;[3]. Sunan an-Nasaa-i.&lt;br /&gt;[4]. Sunan Ibni Majah.&lt;br /&gt;[5]. Musnad Imam Ahmad.&lt;br /&gt;[6]. Shahih Ibni Hibban.&lt;br /&gt;[7]. Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad, oleh Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, cet. Mu-assasah ar-Risalah, th. 1412 H.&lt;br /&gt;[8]. Maudhu’atush Shaghani.&lt;br /&gt;[9]. Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha’if, oleh Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.&lt;br /&gt;[10]. Al-Maudhu’at, oleh Imam Ibnul Jauzy, cet. Daarul Fikr, th. 1403 H.&lt;br /&gt;[11]. Mizaanul I’tidal, oleh Imam adz-Dzahaby, tahqiq: ‘Ali Muhammad al-Bajaawy, cet. Daarul Fikr.&lt;br /&gt;[12]. Al-Mashnu’ fii Ma’rifatil Haditsil Maudhu’, oleh Syaikh Ali al-Qary al-Makky.&lt;br /&gt;[13]. Al-Fawaa-idul Majmu’ah fil Ahaadits Maudhu’at oleh asy-Syaukany, tahqiq: Syaikh ‘Abdurrahman al-Ma’allimy, cet. Al-Maktab al-Islamy, th. 1407 H.&lt;br /&gt;[14]. Tanziihus Syari’ah al-Marfu’ah ‘anil Akhbaaris Syanii’ah al-Maudhu’at, oleh Abul Hasan ‘Ali bin Muhammad bin ‘Araaq al-Kinani.&lt;br /&gt;[15]. Taqriibut Tahdziib, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqa-lany, cet. Daarul Kutub al-‘Ilmiyyah.&lt;br /&gt;[16]. Adh-Dhu’afa wa Matrukin, oleh Imam an-Nasa-i.&lt;br /&gt;[17]. At-Taghib wat Tarhib, oleh Imam al-Mundziri.&lt;br /&gt;[18]. Silsilah Ahaadits adh-Dha’ifah wal Maudhu’ah, oleh Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany.&lt;br /&gt;[19]. Al-Laali al-Mashnu’ah, oleh al-Hafizh as-Suyuthy.&lt;br /&gt;[20]. Adh-Dhu’afa wal Matrukin, oleh Imam an-Nasa-i.&lt;br /&gt;[21]. Al-Jarhu wat Ta’dil, oleh Imam Ibnu Abi Hatim ar-Razy.&lt;br /&gt;[22]. As-Sunan wal Mubtada’at, oleh Muhammad Abdus Salam Khilidhir.&lt;br /&gt;[23]. Asnal Mathaalib fii Ahaadits Mukhtalifatil Maraatib, oleh Muhammad Darwisy al-Huut.&lt;br /&gt;[24]. Majmu’ Fataawa, oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.&lt;br /&gt;[25]. Al-Manaarul Muniif fis Shahih wadh Dha’if, oleh Syaikhul Islam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.&lt;br /&gt;[26]. Tabyiinul ‘Ajab bimaa Warada fiii Fadhli Rajab, oleh al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalany.&lt;br /&gt;[27]. Ihya’ ‘Uluumuddin, oleh Imam al-Ghazzaly.&lt;br /&gt;[28]. At-Tahdziir minal Bida’, oleh Imam ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz.&lt;br /&gt;[29]. Misykaatul Mashaabih, oleh Imam at-Tibrizy, takhrij: Imam Muhammad Nashiruddin al-Albany.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-7166757682113940710?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/7166757682113940710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/06/hadits-hadits-palsu-tentang-keutamaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/7166757682113940710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/7166757682113940710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/06/hadits-hadits-palsu-tentang-keutamaan.html' title='HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-7008954295642125120</id><published>2010-06-02T00:12:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T00:12:26.133-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Bisnis'/><title type='text'>Hukum Bekerja di Bank</title><content type='html'>HUKUM BEKERJA DI BANK                     Prof. Dr. Yusuf Qardhawi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PERTANYAAN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya tamatan sebuah akademi perdagangan yang telah  berusaha&lt;br /&gt;mencari  pekerjaan  tetapi  tidak  mendapatkannya kecuali di&lt;br /&gt;salah satu bank. Padahal, saya  tahu  bahwa  bank  melakukan&lt;br /&gt;praktek  riba.  Saya  juga tahu bahwa agama melaknat penulis&lt;br /&gt;riba. Bagaimanakah sikap  saya  terhadap  tawaran  pekerjaan&lt;br /&gt;ini?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;JAWABAN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sistem ekonomi dalam Islam ditegakkan  pada  asas  memerangi&lt;br /&gt;riba   dan  menganggapnya  sebagai  dosa  besar  yang  dapat&lt;br /&gt;menghapuskan berkah dari  individu  dan  masyarakat,  bahkan&lt;br /&gt;dapat mendatangkan bencana di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal  ini  telah  disinyalir di dalam Al Qur'an dan As Sunnah&lt;br /&gt;serta telah disepakati oleh umat. Cukuplah kiranya jika Anda&lt;br /&gt;membaca firman Allah Ta'ala berikut ini:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.&lt;br /&gt;     Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap&lt;br /&gt;     dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa." (Al&lt;br /&gt;     Baqarah: 276)&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada&lt;br /&gt;     Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum&lt;br /&gt;     dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka&lt;br /&gt;     jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa&lt;br /&gt;     riba) maka ketabuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;     akan memerangimu ..." (Al Baqarah: 278-279)&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Mengenai hal ini Rasulullah saw. bersabda&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     "Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu&lt;br /&gt;     negeri, berarti mereka telah menyediakan diri&lt;br /&gt;     mereka untuk disiksa oleh Allah." (HR Hakim)1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam peraturan dan tuntunannya Islam menyuruh umatnya  agar&lt;br /&gt;memerangi  kemaksiatan.  Apabila  tidak  sanggup, minimal ia&lt;br /&gt;harus menahan diri agar perkataan maupun perbuatannya  tidak&lt;br /&gt;terlibat   dalam   kemaksiatan   itu.   Karena   itu   Islam&lt;br /&gt;mengharamkan  semua  bentuk  kerja  sama   atas   dosa   dan&lt;br /&gt;permusuhan,   dan  menganggap  setiap  orang  yang  membantu&lt;br /&gt;kemaksiatan bersekutu dalam dosanya bersama pelakunya,  baik&lt;br /&gt;pertolongan   itu   dalam  bentuk  moril  ataupun  materiil,&lt;br /&gt;perbuatan ataupun  perkataan.  Dalam  sebuah  hadits  hasan,&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda mengenai kejahatan pembunuhan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     "Kalau penduduk langit dan penduduk bumi bersekutu&lt;br /&gt;     dalam membunuh seorang mukmin, niscaya Allah akan&lt;br /&gt;     membenamkan mereka dalam neraka." (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan tentang khamar beliau saw. bersabda:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     "Allah melaknat khamar, peminumnya, penuangnya,&lt;br /&gt;     pemerahnya, yang meminta diperahkan, pembawanya,&lt;br /&gt;     dan yang dibawakannya." (HR Abu Daud dan Ibnu&lt;br /&gt;     Majah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian juga terhadap praktek suap-menyuap:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     "Rasulullah saw. melaknat orang yang menyuap, yang&lt;br /&gt;     menerima suap, dan yang menjadi perantaranya." (HR&lt;br /&gt;     Ibnu Hibban dan Hakim)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian mengenai riba, Jabir bin Abdillah r.a. meriwayatkan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     "Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberi&lt;br /&gt;     makan dengan hasil riba, dan dua orangyang menjadi&lt;br /&gt;     saksinya." Dan beliau bersabda: "Mereka itu sama."&lt;br /&gt;     (HR Muslim)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibnu Mas'ud meriwayatkan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     "Rasulullah saw. melaknat orang yang makan riba&lt;br /&gt;     dan yang memberi makan dari hasil riba, dua orang&lt;br /&gt;     saksinya, dan penulisnya." (HR Ahmad, Abu Daud,&lt;br /&gt;     Ibnu Majah, dan Tirmidzi)2&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara itu, dalam riwayat lain disebutkan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     "Orang yang makan riba, orang yang memben makan&lt;br /&gt;     dengan riba, dan dua orang saksinya --jika mereka&lt;br /&gt;     mengetahui hal itu-- maka mereka itu dilaknat&lt;br /&gt;     lewat lisan Nabi Muhammad saw. hingga han kiamat."&lt;br /&gt;     (HR Nasa'i)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hadits-hadits sahih yang sharih itulah  yang  menyiksa  hati&lt;br /&gt;orang-orang  Islam  yang  bekerja  di bank-bank atau syirkah&lt;br /&gt;(persekutuan)   yang   aktivitasnya   tidak    lepas    dari&lt;br /&gt;tulis-menulis dan bunga riba. Namun perlu diperhatikan bahwa&lt;br /&gt;masalah riba ini tidak hanya berkaitan dengan  pegawai  bank&lt;br /&gt;atau  penulisnya pada berbagai syirkah, tetapi hal ini sudah&lt;br /&gt;menyusup ke dalam sistem ekonomi  kita  dan  semua  kegiatan&lt;br /&gt;yang berhubungan dengan keuangan, sehingga merupakan bencana&lt;br /&gt;umum sebagaimana yang diperingatkan Rasulullah saw.:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     "Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang&lt;br /&gt;     pada waktu itu tidak tersisa seorangpun melainkan&lt;br /&gt;     akan makan riba; barangsiapa yang tidak memakannya&lt;br /&gt;     maka ia akan terkena debunya." (HR Abu Daud dan&lt;br /&gt;     Ibnu Majah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kondisi seperti ini tidak dapat diubah dan diperbaiki  hanya&lt;br /&gt;dengan  melarang  seseorang  bekerja di bank atau perusahaan&lt;br /&gt;yang mempraktekkan riba.  Tetapi  kerusakan  sistem  ekonomi&lt;br /&gt;yang  disebabkan  ulah  golongan  kapitalis  ini hanya dapat&lt;br /&gt;diubah oleh  sikap  seluruh  bangsa  dan  masyarakat  Islam.&lt;br /&gt;Perubahan  itu  tentu  saja harus diusahakan secara bertahap&lt;br /&gt;dan  perlahan-lahan  sehingga  tidak  menimbulkan  guncangan&lt;br /&gt;perekonomian  yang dapat menimbulkan bencana pada negara dan&lt;br /&gt;bangsa. Islam sendiri tidak melarang umatnya untuk melakukan&lt;br /&gt;perubahan    secara   bertahap   dalam   memecahkan   setiap&lt;br /&gt;permasalahan yang pelik.  Cara  ini  pernah  ditempuh  Islam&lt;br /&gt;ketika  mulai  mengharamkan riba, khamar, dan lainnya. Dalam&lt;br /&gt;hal ini yang terpenting adalah tekad  dan  kemauan  bersama,&lt;br /&gt;apabila  tekad  itu  telah bulat maka jalan pun akan terbuka&lt;br /&gt;lebar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setiap  muslim  yang  mempunyai  kepedulian  akan  hal   ini&lt;br /&gt;hendaklah  bekerja  dengan  hatinya,  lisannya,  dan segenap&lt;br /&gt;kemampuannya melalui berbagai wasilah  (sarana)  yang  tepat&lt;br /&gt;untuk   mengembangkan   sistem  perekonomian  kita  sendiri,&lt;br /&gt;sehingga  sesuai  dengan  ajaran   Islam.   Sebagai   contoh&lt;br /&gt;perbandingan,  di  dunia  ini  terdapat beberapa negara yang&lt;br /&gt;tidak memberlakukan sistem riba, yaitu mereka yang  berpaham&lt;br /&gt;sosialis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di  sisi lain, apabila kita melarang semua muslim bekerja di&lt;br /&gt;bank, maka dunia perbankan dan sejenisnya akan dikuasai oleh&lt;br /&gt;orang-orang  nonmuslim  seperti  Yahudi dan sebagainya. Pada&lt;br /&gt;akhirnya, negara-negara Islam akan dikuasai mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu,  perlu  juga  diingat  bahwa  tidak&lt;br /&gt;semua  pekerjaan  yang  berhubungan  dengan  dunia perbankan&lt;br /&gt;tergolong riba. Ada diantaranya yang halal dan baik, seperti&lt;br /&gt;kegiatan  perpialangan,  penitipan,  dan  sebagainya; bahkan&lt;br /&gt;sedikit pekerjaan di sana yang termasuk haram.  Oleh  karena&lt;br /&gt;itu,  tidak  mengapalah  seorang  muslim  menerima pekerjaan&lt;br /&gt;tersebut --meskipun hatinya tidak rela-- dengan harapan tata&lt;br /&gt;perekonomian  akan  mengalami  perubahan menuju kondisi yang&lt;br /&gt;diridhai agama  dan  hatinya.  Hanya  saja,  dalam  hal  ini&lt;br /&gt;hendaklah  ia  rnelaksanakan tugasnya dengan baik, hendaklah&lt;br /&gt;menunaikan kewajiban terhadap dirinya dan  Rabb-nya  beserta&lt;br /&gt;umatnya sambil menantikan pahala atas kebaikan niatnya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     "Sesungguhnya setiap orang memperoleh apa yang ia&lt;br /&gt;     niatkan." (HR Bukhari)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum  saya  tutup  fatwa  ini  janganlah  kita  melupakan&lt;br /&gt;kebutuhan  hidup  yang  oleh  para fuqaha diistilahkan telah&lt;br /&gt;mencapai tingkatan darurat. Kondisi inilah yang mengharuskan&lt;br /&gt;saudara  penanya  untuk  menerima pekerjaan tersebut sebagai&lt;br /&gt;sarana mencari penghidupan dan  rezeki,  sebagaimana  firman&lt;br /&gt;Allah SWT:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     "... Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa&lt;br /&gt;     (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan&lt;br /&gt;     tidak (pula) melampaui batas maka tidak ada dosa&lt;br /&gt;     baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi&lt;br /&gt;     Maha Penyayang." (Al Baqarah: 173}&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Hakim mengatakan bahwa hadits ini sahih isnadnya.&lt;br /&gt;2 Tirmidzi mensahihkannya. Hadits ini diriwayatkan pula&lt;br /&gt;  oleh Ibnu Hibban dan Hakim, dan mereka mensahihkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;HUKUM BEKERJA DI BANK-BANK RIBAWI DAN TRANSAKSI YANG ADA DIDALAMNYA&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Oleh&lt;br /&gt;&gt; Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Pertanyaan.&lt;br /&gt;&gt; Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum bekerja di&lt;br /&gt;&gt; bank-bank ribawi dan transaksi yang ada di dalamnya ?&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Jawaban.&lt;br /&gt;&gt; Bekerja di sana diharamkan karena dua alasan.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Pertama : Membantu melakukan riba&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Bila demikian, maka ia termasuk ke dalam laknat yang telah diarahkan&lt;br /&gt;&gt; kepada individunya langsung sebagaimana telah terdapat hadits yang&lt;br /&gt;&gt; shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau :&lt;br /&gt;&gt; "Melaknat pemakan, pemberi makan dengannya, penulisnya dan kedua&lt;br /&gt;&gt; saksinya."&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Beliau mengatakan "Mereka itu sama saja."&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Kedua : Bila tidak membantu, berarti setuju dengan perbuatan itu dan&lt;br /&gt;&gt; mengakuinya.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Oleh karena itu, tidak boleh hukumnya bekerja di bank-bank yang&lt;br /&gt;&gt; bertransaksi dengan. Sedangkan menyimpan uang disana karena suatu&lt;br /&gt;&gt; kebutuhan, maka tidak apa-apa bila kita belum mendapatkan tempat&lt;br /&gt;&gt; yang aman selain bank-bank seperti itu. Hal itu tidak apa-apa dengan&lt;br /&gt;&gt; satu syarat, yaitu seseorang tidak mengambil darinya sebab&lt;br /&gt;&gt; mengambilnya adalah haram hukumnya.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; [Fatawa Syaikh Ibn Utsaimin, Juz II]&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; [Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah&lt;br /&gt;&gt; Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa&lt;br /&gt;&gt; Terkini-2, hal 26-27 Darul Haq]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-7008954295642125120?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/7008954295642125120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/06/hukum-bekerja-di-bank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/7008954295642125120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/7008954295642125120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/06/hukum-bekerja-di-bank.html' title='Hukum Bekerja di Bank'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-6309877760818225857</id><published>2010-05-18T02:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T02:10:11.789-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair'/><title type='text'>Pandangan</title><content type='html'>Pandangan menjadi awal malapetaka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kejernihan qalbu seketika berubah cepat, dahsyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis masuk dengan derasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubah yang bening menjadi gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasuk ke dalam meluapkan yang telah dikubur&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooh pandangan yang menipu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kusangka kau benar dan membimbing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata kau jahat dan menjerumuskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris kutenggelam dalam buaianmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja cinta Allah tidak menghampiri&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ooh pandangan mata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kuingat kisah Abdullah Ibn Baaz yang bersyukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingat kedalaman ilmu dan akhlak yang memancar dari mata yang terhalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ku rasa lebih baik seperti itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Allah pasti tahu yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ooh pandangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rasa rindu hidup di zaman Salaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah menjadi naungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah kekasih tercinta menjadi teladan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi zaman itu hadir?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Muqollibal Quluub, tsabbit qolbi ‘ala diinik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Muqollibal Quluub, tsabbit qolbi ‘ala diinik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Muqollibal Quluub, tsabbit qolbi ‘ala diinik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;–abu mujahid, May 2010-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-6309877760818225857?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/6309877760818225857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/05/pandangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/6309877760818225857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/6309877760818225857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/05/pandangan.html' title='Pandangan'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-971511037250546917</id><published>2010-05-17T19:15:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T19:15:27.874-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Bisnis'/><title type='text'>Masih Perlukah Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia?</title><content type='html'>Masih Perlukan Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut jawaban saya atas pertanyaan yang disampaikan Dr.Yunus Hussein, S.H. LL.M. dalam perkuliahan hukum perbankan, program magister hukum ekonomi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Bagaimana pendapat Saudara tentang Pembinaan dan Pengawasan Bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia (“BI”) selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugas utama dari BI selaku Bank Sentral adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Dalam kaitannya dengan tugas ini, Bank Indonesia juga memiliki tugas yang hanya dapat dilakukan oleh Bank Indonesia, yaitu mengeluarkan uang sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia dengan mencetak uang, mengedarkan serta mengatur jumlah uang beredar. Di sini Bank Indonesia memiliki hak tunggal dalam mengeluarkan uang kertas dan uang logam. Bank Indonesia harus tetap menjaga uang selalu tersedia dalam jumlah yang cukup, dalam komposisi pecahan yang sesuai, pada waktu yang tepat, dan dalam kondisi yang baik sesuai dengan kebutuhan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga Bank Indonesia juga berfungsi mengembangkan sistem perbankan dan sistem perkreditan yang sehat dengan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perbankan.&lt;br /&gt;Pengaturan dan pengawasan bank diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi perbankan Indonesia sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lembaga kepercayaan masyarakat dalam kaitannya sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pelaksana kebijakan moneter;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lembaga yang ikut berperan dalam membantu pertumbuhan ekonomi serta pemerataan; agar tercipta sistem perbankan yang sehat,baik sistem perbankan secara menyeluruh maupun individual, dan mampu memelihara kepentingan masyarakat dengan baik, berkembang secara wajar dan bermanfaat bagi perekonomian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan tersebut pendekatan yang dilakukan dengan menerapkan:&lt;br /&gt;1. Kebijakan memberikan keleluasaan berusaha (deregulasi);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kebijakan prinsip kehati-hatian bank (prudential banking); dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengawasan bank yang mendorong bank untuk melaksanakan secara konsisten ketentuan intern yang dibuat sendiri (self regulatory banking) dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan tetap mengacu kepada prinsip kehati-hatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan dan pengawasan bank oleh BI meliputi wewenang sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Kewenangan memberikan izin (right to license), yaitu kewenangan untuk menetapkan tatacara perizinan dan pendirian suatu bank. Cakupan pemberian izin oleh BI meliputi pemberian izin dan pencabutan izin usaha bank, pemberian izin pembukaan, penutupan dan pemindahan kantor bank, pemberian persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank, pemberian izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kewenangan untuk mengatur (right to regulate), yaitu kewenangan untuk menetapkan ketentuan yang menyangkut aspek usaha dan kegiatan perbankan dalam rangka menciptakan perbankan sehat yang mampu memenuhi jasa perbankan yang diinginkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kewenangan untuk mengawasi (right to control), yaitu kewenangan melakukan pengawasan bank melalui pengawasan langsung (on-site supervision) dan pengawasan tidak langsung (off-site supervision). Pengawasan langsung dapat berupa pemeriksaan umum dan pemeriksaan khusus,yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan keuangan bank dan untuk memantau tingkat kepatuhan bank terhadap peraturan yang berlaku serta untuk mengetahui apakah terdapat praktik-praktik yang tidak sehat yang membahayakan kelangsungan usaha bank. Pengawasan tidak langsung yaitu pengawasan melalui alat pemantauan seperti laporan berkala yang disampaikan bank,laporan hasil pemeriksaan dan informasi lainnya. Dalam pelaksanaannya, apabila diperlukan BI dapat melakukan pemeriksaan terhadap bank termasuk pihak lain yang meliputi perusahaan induk, perusahaan anak, pihak terkait, pihak terafiliasi dan debitur bank. BI dapat menugasi pihak lain untuk dan atas nama BI melaksanakan tugas pemeriksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kewenangan untuk mengenakan sanksi (right to impose sanction), yaitu kewenangan untuk menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terhadap bank apabila suatu bank kurang atau tidak memenuhi ketentuan. Tindakan ini mengandung unsur pembinaan agar bank beroperasi sesuai dengan asas perbankan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, fungsi pembinaan dan pengawasan BI secara konsep sebenarnya berjalan cukup baik. Namun, kasus Bank Century terakhir ini, mencuatkan kembali issue lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan oleh BI. Krisna Wijaya dalam KOLOM berjudul Revitalisasi Pengawasan Perbankan menekankan bahwa mungkin saja ada oknum pengawas yang melakukan error omission ataupun error commission.  Error omission adalah timbulnya kerugian bank yang diakibatkan adanya unsur kesengajaan manusia untuk melanggar kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh BI atau instansi terkait yang mengikat pada tata kelola perbankan. Sementara, error commission adalah timbulnya kerugian bank akibat prosedur bank yang belum sempurna atau pihak bank belum memiliki prosedur sehingga tidak ada larangan atau anjuran yang tegas bagi pegawai bank untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan person/orang/Sumber Daya Manusia (“SDM”) harus dimaklumi. Siapa pun sulit untuk mengetahui niat jahat seseorang. Tidak ada alat yang bisa mendeteksi apakah seseorang itu memiliki niat yang baik atau jahat. Selain diperlukan sistem pengawasan yang tepat dan dinamis, diperlukan juga dukungan SDM yang berintegritas tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan pengawasan bank oleh BI dapat terjadi karena simpul-simpul kerawanan dalam pengawasan bank. Pertama, pemilihan Dewan Gubernur BI melalui proses politik di DPR adalah simpul kerawanan utama karena seringkali menimbulkan kontroversi dan rawan berbagai kepentingan politik. Kedua, luasnya cakupan pengawasan bank oleh BI sebagaimana disebutkan sebelumnya dalam jawaban saya ini, dapat menimbulkan kerawanan manakala proses pengambilan keputusan oleh Dewan Gubernur BI, sampai dengan keputusan diambil tidak mampu secara kokoh membentengi diri dari ancaman atau intervensi berbagai kepentingan dan peluang. Ketiga, pengendalian intern yang kredibel dan konsisten terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan bank juga dapat menjadi rawan manakala fungsi ini tidak bekerja secara benar. Hal ini mengingat fungsinya yang mudah diintervensi dan dilumpuhkan karena merupakan subsistem dari kepemimpinan tertinggi. Keempat, budaya kerja merupakan kerawanan kultur yang dapat mewarnai dan melemahkan fungsi pengendalian intern dalam pengawasan bank.  Misalnya budaya kerja yang senang dijilat, dikasih “amplop”, menerima suap, malas memeriksa secara detail, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejatuhan dan kegagalan bank kerap terjadi di berbagai belahan dunia, secanggih apapun sistem pengawasan yang dilakukan oleh otoritas pengawas. Amerika Serikat dan Inggris adalah contoh dua Negara yang sudah sangat canggih dan berlapis system pengawasan perbankannya, namun tetap “kecolongan” dengan praktik-praktik perbankan yang merugikan. Oleh karena itu, kuncinya adalah, siapapun pengawasnya, secanggih atau sehebat apapun lembaga pengawas, keberhasilan pengawasan tergantung dari berbagai pihak yang terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Bagaimana pendapat Saudara tentang Pengawasan dan Pembinaan Bank disatukan di bawah Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) bersama-sama dengan Pengawasan Penyedia Jasa Keuangan lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan OJK adalah amanat dari Undang-Undang No. 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia (“UU BI”). Sehingga untuk menghindari adanya pelanggaran terhadap Undang-Undang, maka OJK sebaiknya tetap dibentuk. Oleh karena itu, saya lebih sepakat dengan pendapat sebagaimana dikatakan oleh Sigit Pramono, Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas), menurut beliau, perlu adanya ide “OJK mini” yang hanya mengawasi perbankan semata-mata. Setelah nanti berjalan beberapa lama, perluasan pengawasan perbankan dan jasa keuangan lainnya bisa mulai melekat secara bertahap. Pendapat Sigit Pramono ini adalah jalan tengah untuk menjembatani pendapat yang pro OJK dan kontra OJK, khususnya dalam hal pengawasan perbankan, apakah masih berada di tangan BI atau berpindah ke tangan OJK. Skenario OJK mini ini lebih mudah dan tidak menimbulkan resiko transisi yang berbahaya. Pertama, organisasi dan SDM serta anggaran sudah tersedia. Kedua, tidak perlu melakukan amandemen UU BI. Ketiga, diperkirakan tidak menimbulkan komplikasi bagi pengawasan bank yang kini masih memegang porsi pasar keuangan sebesar 83%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh apabila ingin dikaji lebih dalam, pembentukan OJK juga tidak menjamin adanya pengawasan yang lebih berkualitas. Sebab, sebagaimana saya katakan dalam jawaban a. tersebut sebelumnya, apapun sistem yang digunakan, jika pelaku-pelaku perbankan terkait pengawasan perbankan tidak becus, maka selama itu pula selalu ada celah bagi kecurangan/penyalahgunaan. OJK juga terbukti gagal di Inggris walaupun relatif sukses di Jepang. Jerman, yang sempat menjadi konsultan pemerintah dalam pembentukan BI yang independen telah kembali berbalik arah ke pengawasan bank oleh bank sentral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, menurut dokumen Biro Riset infobank, alasan-alasan pemisahan pengawasan bank dari BI dan menggabungkannya ke dalam OJK, antara lain untuk menghindari konflik kepentingan antara kebijakan moneter dan kebijakan pengawasan konglomerasi sektor jasa keuangan di Indonesia di masa depan, dalam hal ini terdapatnya suatu integrasi produk perbankan dan sektor jasa keuangan non bank maupun tindakan yang disebut sebagai regulatory arbitrage. Namun, BI tetap memiliki alasan mengapa mereka masih berharap pengawasan bank masih berada di ketiak BI. Pertama adalah agar akses informasi dapat terjaga dengan mempertimbangkan perkembangan situasi global terkini. Kedua, struktur yang tepat untuk meminimalisasi permasalahan, dengan tetap memperhatikan perkembangan situasi perbankan dan keuangan baik nasional maupun global, adalah struktur yang menempatkan kegiatan operasional pengawasan bank tetap berada di bank sentral, dalam hal ini, BI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut infobank, jika OJK tetap akan dibentuk, BI mengusulkan agar sistem pengawasan lembaga keuangan ini dapat dituangkan dalam suatu model di mana deputi gubernur BI bidang pengawasan ex-officio akan menjadi anggota dewan komisioner OJK sekaligus sebagai chief supervisory officer otoritas pengawasan bank. Hal ini berarti, sharing informasi dan koordinasi antara OJK dan BI akan berjalan baik karena chief supervisory officer otoritas pengawasan bank dijabat oleh salah satu deputi gubernur BI. Model pengawasan bank yang diberikan kepada lembaga pengawas yang masih menginduk ke BI namun dengan China Wall yang ketat bisa membatasi conflict of interest karena komisionernya berasal dari BI dan Departemen Keuangan. Walaupun model seperti ini, menurut infobank, hanya kompromi politik agar tidak perlu mengamandemen UU No. 3 Tahun 2004 Tentang BI. Model ini sebenarnya untuk menghindari komplikasi dan prospek transisi yang murah, tidak hanya menyangkut biaya tapi juga dampaknya, karena koordinasi dan informasi data masih bisa didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya masih sepakat dengan usul Sigit Pramono yang berpendapat perlunya ide OJK mini, yang semata-mata melakukan pengawasan dalam bidang perbankan, namun secara bertahap OJK ini nantinya akan melekat pada dirinya fungsi pengawasan jasa keuangan lainnya, tentu setelah juga melalui proses evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Bagaimana saran Saudara tentang RUU OJK?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUU OJK lahir dengan argumentasi untuk memenuhi keinginan kuat adanya otoritas jasa keuangan yang mandiri dan independen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dimungkinkan adanya perubahan, maka berkaca dari pengalaman Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris atau bahkan Jerman, maka sebaiknya ide OJK ini tidak perlu diteruskan. Sebab kenyataannya, Negara-negara maju tersebut justru kembali pada pemberian kewenangan pengawasan perbankan oleh bank sentral. Pengalaman dan argumentasi mereka lah yang perlu kita pelajari. Hal-hal prinsip apakah yang menyebabkan mereka pada akhirnya kembali pada pemberian kewenangan pengawasan perbankan oleh bank sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seandainya kita tetap kukuh untuk melaksanakan amanat UU BI, sebaiknya ketentuan pasal yang menyatakan bahwa dewan komisioner sebagai pemimpin OJK yang namanya diusulkan Presiden kepada DPR, pasal ini dihapus saja. Sebab, sebagaimana dikatakan oleh Viraguna Bagoes Oka dalam KOLOM infobank, salah satu, bahkan simpul kerawanan yang utama adalah pintu celah di mana anggota DPR diberikan kesempatan untuk menyetujui atau tidak menyetujui calon dewan gubernur BI. Maka dalam konteks OJK, hal tersebut juga bisa berlaku. Hal ini membuka kemungkinan intervensi politik. Mata publik tidak bisa lagi dibohongi, apalagi sekarang sedang terkuak skandal pelolosan salah satu dewan gubernur BI oleh fraksi tertentu di  DPR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, dewan komisioner sebagai pimpinan OJK, namanya diusulkan oleh Presiden memperhatikan pertimbangan atau saran dari BI, Departemen Keuangan, dan DPR. Tanpa perlu lagi persetujuan DPR. DPR hanya sebatas dimintai saran. Persetujuan menjadi wewenang penuh Presiden dengan tetap memperhatikan saran dari BI, Depkeu, dan DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usul dari Korea Selatan juga perlu dipertimbangkan oleh Negara kita. Ketika kepala delegasi Korea Selatan yang juga mantan wakil perdana menteri serta menteri strategi dan keuangan Korea Selatan, Okyu Kwon berkunjung ke Jakarta bulan Januari 2010 lalu. Keberadaan Okyu di Indonesia dimaksudkan untuk melaporkan hasil penelitian yang diramu dalam program pemberian rekomendasi kebijakan terhadap negara berkembang atau KSP (Knowledge Sharing Program) yang dikembangkan Departemen Strategis dan Keuangan (MOSF) Korea Selatan. Tidak semua negara mendapatkan program ini, hanya negara-negara yang dianggap memiliki potensi untuk menjadi mitra strategis yang diberi program lengkap konsultasi hingga survei keuangan serta ekonomi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okyu menyarankan Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan terpisah dari Bank Indonesia dan juga pemerintah. Untuk itu, baik pemerintah maupun BI mesti dengan rela melepas sebagian kewenangannya. BI harus melepaskan pengawasannya terhadap perbankan, sedangkan Depkeu harus melepaskan pengawasan terhadap Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Dengan begitu, menurut Okyu, OJK yang didirikan akan berdiri independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Di Negara mana sajakah ada OJK yang mengawasi seluruh PJK?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggris, Jepang, Australia. Korea Selatan sempat memiliki OJK, namun menurut Prof.Erman Radjagukguk dalam perkuliahan beliau pada perkuliahan Hukum Investasi dan Pasar Modal dalam program Magister Hukum Ekonomi Universitas Indonesia, Korea Selatan dianggap tidak berhasil menerapkan OJK, karena juga terjadi perdebatan sengit di sana, sehingga OJK berjalan kurang mulus.&lt;br /&gt;Amerika Serikat memperkuat kewenangan The Fed (bank sentral AS) dalam hal pengawasan perbankan dan jasa keuangan lainnya;&lt;br /&gt;Inggris memiliki Financial Service Authority;&lt;br /&gt;Jepang memiliki Japan Financial Service Authority;&lt;br /&gt;Australia memiliki Australian Prudential Regulatory Authority (APRA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.Bagaimanakah pengalaman Negara-negara tersebut dalam menerapkan OJK, berhasilkah atau kurang berhasil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di Amerika Serikat, dengan pengawasan yang berlapis dan pelopor pengawasan berbasis resiko bisa terpuruk dalam krisis ekonomi, yang bermula dari macetnya subprime mortgage. Hal ini mencerminkan tetap adanya sisi kelemahan suatu sistem pengawasan, yang dalam hal ini bersumber dari keserakahan pelaku pasarnya. Krisis itu akhirnya membuat AS terpuruk dalam resei serta jatuhnya bank dan lembaga keuangan papan atas yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dalam kasus Amerika Serikat ini, pemicu krisis disebabkan adanya kelemahan pengawasan di bidang nonbank (shadow banking), yang membiarkan akumulasi resiko yang berlebihan pada lembaga-lembaga tersebut. Tercatat sekurangnya 40 bank bangkrut di Amerika Serikat. Sekarang, Amerika Serikat memberikan kewenangan yang lebih besar kepada The Fed (bank sentral AS). Presiden Obama klebih tegas telah memperluas ruang lingkup pengawasan untuk The Fed karea meyakini bahwa unsure pengawasan terhadap microprudential juga begitu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris pun yang telah memisahkan pengawasan bank dari bank sentralnya tidak luput dari krisis dan mengalami kegagalan bank dalam krisis keuangan global saat ini. Pada kasus Northern Rock di Inggris, Bank of England (BoE) sebagai otoritas yang mempunyai kewenangan memberikan lender of resort tidak dapat mengakses informasi individual bank secara cepat. Pada akhirnya Inggris melalu parlemennya, memberikan kewenangan kembali kepada BoE untuk mengawasi lembaga perbankan dan jasa keuangan. Padahal sebelumnya Financial Service Authority (FSA) diberi kekuasaan untuk mengawasi perbankan dan jasa keuangan lainnya, seperti OJK di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Jerman yang menjadi konsultan pemerintah dalam pembentukan BI yang independen, pun sudah berbalik arah kembali pada pengawasan bank ke bank sentral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korea Selatan sempat memiliki OJK, namun menurut Prof.Erman Radjagukguk dalam perkuliahan beliau pada perkuliahan Hukum Investasi dan Pasar Modal dalam program Magister Hukum Ekonomi Universitas Indonesia, Korea Selatan dianggap tidak berhasil menerapkan OJK, karena juga terjadi perdebatan sengit di sana, sehingga OJK berjalan kurang mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oo00oo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-971511037250546917?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/971511037250546917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/05/masih-perlukah-otoritas-jasa-keuangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/971511037250546917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/971511037250546917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/05/masih-perlukah-otoritas-jasa-keuangan.html' title='Masih Perlukah Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia?'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-3692314788075562082</id><published>2010-03-31T16:25:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T16:31:18.469-07:00</updated><title type='text'>Obat Penenang Jiwa</title><content type='html'>&lt;div class="post-single clearfix" id="post-2489"&gt;&lt;div class="image-feature"&gt;Segala puji untuk Allah, Yang telah menurunkan al-Qur’an sebagai petunjuk dan obat bagi hamba-hamba yang beriman. Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada Imam orang-orang yang bertakwa, yang telah menguraikan ayat-ayat-Nya kepada segenap umatnya. &lt;i&gt;Amma ba’du&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku, sudah menjadi tabiat manusia bahwa mereka menyukai sesuatu yang bisa menyenangkan hati dan menentramkan jiwa mereka. Oleh sebab itu, banyak orang rela mengorbankan waktunya, memeras otaknya, dan menguras tenaganya, atau bahkan kalau perlu mengeluarkan biaya yang tidak kecil jumlahnya demi meraih apa yang disebut sebagai kepuasan dan ketenangan jiwa. Namun, ada sebuah fenomena memprihatinkan yang sulit sekali dilepaskan dari upaya ini. Seringkali kita jumpai manusia memakai cara-cara yang dibenci oleh Allah demi mencapai keinginan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/wp-content/uploads/2010/03/rsz_valentine_flowers07.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="lead_image" height="150" src="http://muslim.or.id/wp-content/uploads/2010/03/rsz_valentine_flowers07.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Ada di antara mereka yang terjebak dalam jerat harta. Ada yang terjebak dalam jerat wanita. Ada yang terjebak dalam hiburan yang tidak halal. Ada pula yang terjebak dalam aksi-aksi brutal atau tindak kriminal. Apabila permasalahan ini kita cermati, ada satu faktor yang bisa ditengarai sebagai sumber utama munculnya itu semua. Hal itu tidak lain adalah karena manusia tidak lagi menemukan ketenangan dan kepuasan jiwa dengan berdzikir dan mengingat Rabb mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt; telah mengingatkan hal ini dalam ayat (yang artinya), &lt;i&gt;“Orang-orang yang beriman dan hati mereka bisa merasa tentram dengan mengingat Allah, ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah maka hati akan merasa tentram.”&lt;/i&gt; (QS. ar-Ra’d: 28). Ibnul Qayyim &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menyebutkan bahwa pendapat terpilih mengenai makna ‘mengingat Allah’ di sini adalah mengingat al-Qur’an. Hal itu disebabkan hati manusia tidak akan bisa merasakan ketentraman kecuali dengan iman dan keyakinan yang tertanam di dalam hatinya. Sementara iman dan keyakinan tidak bisa diperoleh kecuali dengan menyerap bimbingan al-Qur’an (lihat &lt;i&gt;Tafsir al-Qayyim&lt;/i&gt;, hal. 324)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Rajab al-Hanbali berkata, &lt;i&gt;“Dzikir merupakan sebuah kelezatan bagi hati orang-orang yang mengerti.”&lt;/i&gt; Demikian juga Malik bin Dinar mengatakan, &lt;i&gt;“Tidaklah orang-orang yang merasakan kelezatan bisa merasakan sebagaimana kelezatan yang diraih dengan mengingat Allah.” &lt;/i&gt;(lihat &lt;i&gt;Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam&lt;/i&gt;, hal. 562). Sekarang, yang menjadi pertanyaan kita adalah; mengapa banyak di antara kita yang tidak bisa merasakan kelezatan berdzikir sebagaimana yang digambarkan oleh para ulama salaf. Sehingga kita lebih menyukai menonton sepakbola daripada ikut pengajian, atau lebih suka menikmati telenovela daripada merenungkan ayat-ayat-Nya, atau lebih suka berkunjung ke lokasi wisata daripada memakmurkan rumah-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhatikanlah ucapan Rabi’ bin Anas berikut ini, mungkin kita akan bisa menemukan jawabannya. Rabi’ bin Anas mengatakan sebuah ungkapan dari sebagian sahabatnya, &lt;i&gt;“Tanda cinta kepada Allah adalah banyak berdzikir/mengingat kepada-Nya, karena sesungguhnya tidaklah kamu mencintai apa saja kecuali kamu pasti akan banyak-banyak menyebutnya.”&lt;/i&gt; (lihat &lt;i&gt;Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam&lt;/i&gt;, hal. 559). Ini artinya, semakin lemah rasa cinta kepada Allah dalam diri seseorang, maka semakin sedikit pula ‘kemampuannya’ untuk bisa mengingat Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt;. Hal ini secara tidak langsung menggambarkan kondisi batin kita yang begitu memprihatinkan, walaupun kondisi lahiriyahnya tampak baik-baik saja. Aduhai, betapa sedikit orang yang memperhatikannya! Ternyata, inilah yang selama ini hilang dan menipis dalam diri kita; yaitu rasa cinta kepada Allah…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh as-Sa’di &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, &lt;i&gt;“Pokok dan ruh ketauhidan adalah memurnikan rasa cinta untuk Allah semata, dan hal itu merupakan pokok penghambaan dan penyembahan kepada-Nya. Bahkan, itulah hakekat dari ibadah. Tauhid tidak akan sempurna sampai rasa cinta seorang hamba kepada Rabbnya menjadi sempurna, dan kecintaan kepada-Nya harus lebih diutamakan daripada segala sesuatu yang dicintai. Sehingga rasa cintanya kepada Allah mengalahkan rasa cintanya kepada selain-Nya dan menjadi penentu atasnya, yang membuat segala perkara yang dicintainya harus tunduk dan mengikuti kecintaan ini yang dengannya seorang hamba akan bisa menggapai kebahagiaan dan kemenangannya.”&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;al-Qaul as-Sadid Fi Maqashid at-Tauhid&lt;/i&gt;, hal. 95)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau demikian keadaannya, maka solusi untuk bisa menggapai ketenangan jiwa melalui dzikir adalah dengan menumbuhkan dan menguatkan rasa cinta kepada Allah. Dan satu-satunya jalan untuk mendapatkannya adalah dengan mengenal Allah melalui keagungan nama-nama dan sifat-sifat-Nya dan memperhatikan kebesaran ayat-ayat-Nya, yang tertera di dalam al-Qur’an ataupun yang berwujud makhluk ciptaan-Nya. Syaikh Dr. Muhammad bin Khalifah at-Tamimi &lt;i&gt;hafizhahullah&lt;/i&gt; berkata, &lt;i&gt;“Sesungguhnya rasa cinta kepada sesuatu merupakan cabang dari pengenalan terhadapnya. Maka manusia yang paling mengenal Allah adalah orang yang paling cinta kepada-Nya. Dan setiap orang yang mengenal Allah pastilah akan mencintai-Nya. Dan tidak ada jalan untuk menggapai ma’rifat ini kecuali melalui pintu ilmu mengenai nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Tidak akan kokoh ma’rifat seorang hamba terhadap Allah kecuali dengan berupaya mengenali nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang disebutkan di dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah…”&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Mu’taqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah fi Tauhid al-Asma’ wa as-Shifat&lt;/i&gt;, hal. 16)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hati seorang hamba akan menjadi hidup, diliputi dengan kenikmatan dan ketentraman apabila hati tersebut adalah hati yang senantiasa mengenal Allah, yang pada akhirnya membuahkan rasa cinta kepada Allah lebih di atas segala-galanya (lihat &lt;i&gt;Mu’taqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah fi Tauhid al-Asma’ wa as-Shifat&lt;/i&gt;, hal. 21). Di sisi yang lain, kelezatan di akherat yang diperoleh seorang hamba kelak adalah tatkala melihat wajah-Nya. Sementara hal itu tidak akan bisa diperolehnya kecuali setelah merasakan kelezatan paling agung di dunia, yaitu dengan mengenal Allah dan mencintai-Nya, dan inilah yang dimaksud dengan surga dunia yang akan senantiasa menyejukkan hati hamba-hamba-Nya (lihat &lt;i&gt;ad-Daa’ wa ad-Dawaa’,&lt;/i&gt; hal. 261)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang tertipu oleh dunia dengan segala kesenangan yang ditawarkannya sehingga hal itu melupakan mereka dari mengingat Rabb yang menganugerahkan nikmat kepada mereka. Hal itu bermula, tatkala kecintaan kepada dunia telah meresap ke dalam relung-relung hatinya. Tanpa terasa, kecintaan kepada Allah sedikit demi sedikit luntur dan lenyap. Terlebih lagi ‘didukung’ suasana sekitar yang jauh dari siraman petunjuk al-Qur’an, apatah lagi pengenalan terhadap keagungan nama-nama dan sifat-Nya. Maka semakin jauhlah sosok seorang hamba yang lemah itu dari lingkaran hidayah Rabbnya. Sholat terasa hampa, berdzikir tinggal gerakan lidah tanpa makna, dan al-Qur’an pun teronggok berdebu tak tersentuh tangannya. &lt;i&gt;Wahai saudaraku&lt;/i&gt;… apakah yang kau cari dalam hidup ini? Kalau engkau mencari kebahagiaan, maka ingatlah bahwa kebahagiaan yang sejati tidak akan pernah didapatkan kecuali bersama-Nya dan dengan senantiasa mengingat-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah &lt;i&gt;ta’ala&lt;/i&gt; berfirman (yang artinya), &lt;i&gt;“Akan tetapi ternyata kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia, sementara akherat itu lebih baik dan lebih kekal.”&lt;/i&gt; (QS. al-A’la: 16-17). Allah juga berfirman mengenai seruan seorang rasul yang sangat menghendaki kebaikan bagi kaumnya (yang artinya), &lt;i&gt;“Wahai kaumku, ikutilah aku niscaya akan kutunjukkan kepada kalian jalan petunjuk. Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (yang semu), dan sesungguhnya akherat itulah tempat menetap yang sebenarnya.”&lt;/i&gt; (QS. Ghafir: 38-39) (lihat &lt;i&gt;ad-Daa’ wa ad-Dawaa’&lt;/i&gt;, hal. 260)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila engkau menangis karena ludesnya hartamu, atau karena hilangnya jabatanmu, atau karena orang yang pergi meninggalkanmu, maka sekaranglah saatnya engkau menangisi rusaknya hatimu… &lt;i&gt;Allahul musta’aan wa ‘alaihit tuklaan&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis: &lt;a href="http://abumushlih.com/"&gt;Abu Mushlih Ari Wahyudi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id/"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-3692314788075562082?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/3692314788075562082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/03/obat-penenang-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/3692314788075562082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/3692314788075562082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/03/obat-penenang-jiwa.html' title='Obat Penenang Jiwa'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-4322009164292490544</id><published>2010-02-24T23:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T23:25:37.941-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taubat'/><title type='text'>Bertaubatlah Berkali-kali Meski Terjebak dalam Dosa Berkali-kali</title><content type='html'>&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allöh berfirman, “Seorang hamba melakukan dosa dan berdo’a, ‘&lt;i&gt;Ya Robbi, aku telah melakukan dosa maka ampunilah aku.’&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Robbnya berfirman, &lt;i&gt;‘Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Robb yang akan mengampuni dan menghapus dosanya, maka Aku ampuni hamba-Ku itu”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudian waktu berjalan dan orang itu tetap seperti itu hingga masa yang telah ditentukan Allöh, hingga orang itu kembali melakukan dosa yang lain. Orang itupun kembali berdo’a, &lt;i&gt;‘Ya Robbi, aku kembali melakukan dosa, maka ampunilah dosaku.’&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/S4Yk9TdLSmI/AAAAAAAAACk/somiNW29tBw/s1600-h/nikmat-surga-011.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/S4Yk9TdLSmI/AAAAAAAAACk/somiNW29tBw/s320/nikmat-surga-011.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allöh berfirman, &lt;i&gt;‘Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Robb yang akan mengampuni dan menghapus dosanya, maka Aku ampuni hamba-Ku itu”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudian waktu berjalan dan orang itu tetap seperti itu hingga masa yang telah ditentukan Allöh, hingga orang itu kembali melakukan dosa yang lain. Orang itupun kembali berdo’a, &lt;i&gt;‘Ya Robbi, aku kembali melakukan dosa, maka ampunilah dosaku.’&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allöh berfirman, &lt;i&gt;‘Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Robb yang akan mengampuni dan menghapus dosanya, maka Aku ampuni hamba-Ku itu’... dan silahkan dia melakukan apa yang dia mau...” &lt;/i&gt;[Diriwayatkan oleh al-Bukhori dan Muslim lihat: al-Lu’lu’ wa al-Marjan (1754) dan lihatlah: &lt;i&gt;Fathul Baari&lt;/i&gt; juz 13 hal. 46 dan setelahnya]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ini fenomena yang umum terjadi, di masa sekarang ini, dimana senantiasa terjadi tarik-menarik antara kubu para pelaku dosa dan kubu orang-orang yang bertaubat. Masing-masing kubu bersenang hati menerima kehadiran kembali seseorang yang selama ini berpisah dari mereka. Orang-orang yang bertaubat senang menerima hadirnya pelaku dosa yang kembali bertaubat atas dosa-dosanya. Begitu pula, para pelaku dosa akan riang gembira menyambut orang sholih yang kembali menggeluti dosa-dosa lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka, begitu banyak orang yang menjadi korban tarikm-menarik itu. Berapa banyak orang sholih yang akhirnya terjebak dalam dosa, yang dari dosa itu dahulu ia pernah bertaubat. Dan sayangnya, itu terjadi berkali-kali sepanjang hidupnya. Namun, selama ia tulus bertaubat dan ingin memperbaiki diri, tak ada istilah pintu taubat tertutup baginya, selama nyawa belum sampai di kerongkongan, atau matahari belum terbit dari arah barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun, sekali lagi, hadits itu bukanlah dalil bagi seseorang untuk menunda-nunda taubat, atau meremehkan urusan dosa. Tapi ini fenomena yang bisa saja terjadi pada seseorang, tanpa ia sendiri menginginkannya. Dan bila itu terjadi, ia tidak boleh berhenti bertaubat, selama hayat masih dikandung badan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Imam Al Qurthubi menjelaskan, ”Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini adalah: kembali berbuat dosa adalah lebih buruk dari ketika pertama kali melakukan dosa itu, karena dengan kembali berdosa itu ia berarti melanggar taubatnya. Tapi kembali melakukan taubat adalah lebih baik dari taubatnya yang pertama, karena ia berarti terus meminta kepada Allöh Yang Maha Pemurah, terus meminta kepada-Nya, dan mengakui bahwa tidak ada yang dapat memberikan taubat selain Allöh...” [Lihat &lt;i&gt;Fathul Baari&lt;/i&gt;: 14 : 471. Cetakan: &lt;i&gt;Darul Fikr al Mushawirah As-Salafiyyah&lt;/i&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekali lagi, kita sama sekali tidak berhak menunda-nunda taubat, dengan berpegang pada kemurahan Allöh, rahmat dan ampunan Allöh. Allöh memang Maha Pemurah, tapi Allöh juga Maha Perkasa, Maha Hebat siksa-Nya. Kita harus sadar, bahwa kapanpun maut bisa saja menjemput kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;disarikan dari: http://ummuyahyakdr.blogspot.com/2009/08/bertaubatlah-meski-berkali-kali.html&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-4322009164292490544?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/4322009164292490544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/02/bertaubatlah-berkali-kali-meski.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/4322009164292490544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/4322009164292490544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/02/bertaubatlah-berkali-kali-meski.html' title='Bertaubatlah Berkali-kali Meski Terjebak dalam Dosa Berkali-kali'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/S4Yk9TdLSmI/AAAAAAAAACk/somiNW29tBw/s72-c/nikmat-surga-011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-1613671677105164400</id><published>2010-02-08T18:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T18:47:25.570-08:00</updated><title type='text'>Waspada! Predator Incar Anak Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rekan-rekan facebookers yang saya muliakan, bagi yang memiliki anak/adik maka harus wapada pada kejahatan melalui dunia internet. Sudah kewajiban kita sebagai kakak/orang tua untuk terus membaca, mencari ilmu, dan meningkatkan pengetahuan kita khususnya dalam seluk-beluk dunia maya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada anak/adik kita tercinta. Tentu masih segar dalam ingatan, beberapa waktu lalu pihak berwajib membongkar sindikat perdagangan seks anak-anak remaja (kebanyakan masih sekolah dan mahasiswi) via facebook. Anak-anak remaja ini diiming-imingi uang, dan –salah satunya-- karena lemahnya pembinaan di tingkat keluarga, maka mereka pun terjerumus dalam bujuk rayu Iblis dan manusia-manusia jahat pengikut Setan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika kita sebagai Sarjana Hukum, maka sudah tugas kita untuk terus mengawal proses legislasi baik di tingkat nasional maupun daerah, dan pelaksanaan hukum di lapangan, termasuk namun tidak terbatas pada memberi edukasi dan penyadaran bagi masyarakat luas akan bahayanya pornografi anak. Bayangkan jika adik atau anak kita sendiri yang menjadi korban, oleh karena itulah diperlukan kerja keras dan kerja sama semua pihak. Termasuk peran kita sebagai anggota keluarga (baik sebagai ayah, ibu, kakak atau adik) untuk membekali diri sendiri dengan keimanan, kemudian senantiasa berusaha menularkan ketaqwaan kepada anggota keluarga yang lain, menjalankan pengawasan yang bijaksana, dan memelihara kedekatan emosional yang baik antar anggota keluarga. Maka keluarga yang bertaqwa kepada Allah SWT tidak akan pernah bosan berdoa kepada Allah memohon perlindungan untuk keluarganya dari kejahatan manusia-manusia jahat di dunia ini, serta terus menerus memelihara ilmu dan pengetahuan akan bahaya dunia ini, dan menjaga hubungan harmonis antar anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saya sampaikan artikel yang sangat penting, dari Harian KOMPAS, halaman 1, edisi Senin, 8 Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Predator Incar Anak Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua Pihak Harus Menyadari Ancaman Itu dan Mencari Solusinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, KOMPAS – Pertumbuhan penggunaan internet yang pesat di Indonesia telah diakui membawa pengaruh positif dalam berbagai hal. Namun, masih banyak yang terlupa di sisi lain internet juga berpotensi memberi dampak buruk, khususnya kepada golongan usia anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak dan remaja menjadi golongan paling rentan tersasar praktik kejahatan siber, seperti pencabulan. Kepala Unit Cyber Crime Badan Reserse Kriminal POLRI Kombes Petrus Reinhard Golose dan peneliti dari Pusat Kajian Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Kahardityo, mengungkapkan hali itu, pekan lalu. Kejahatan siber merupakan kejahatan berbasis teknologi informasi. Meski kerap disebut kejahatan maya, dampaknya nyata. Secara terpisah, keduanya menjelaskan, sejumlah pihak sepatutnya saat ini lebih menyadari ancaman tersebut dan mencari solusinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak dan remaja saat ini merupakan golongan masyarakat yang digital native. Sementara itu, generasi orangtua mereka saat ini masih cenderung menjadi digital immigrant. Akibatnya, kesadaran akan potensi negatif yang mengancam anak-anak dan remaja tidak disadari dan diseriusi oleh kalangan dewasa. Sebenarnya telah banyak hal yang bobol dari perhatian kita,” kata Kahardityo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang digambarkan sebagai digital native, menurut Kahardityo merupakan kalangan serupa penduduk asli di dunia digital saat ini. Mereka lahir dan tumbuh di era digital yang menjadikan mereka memiliki cara berpikir, berbicara, dan bertindak berbeda dengan generasi sebelumnya yang diibaratkan sebagai digital immigrant. Adapun kalangan orangtua saat ini diasosiasikan sebagai digital immigrant atau penduduk pendatang yang masih berusaha beradaptasi dengan dunia digital. Sekalipun, dunia tersebut awalnya ditemukan dan dikembangkan oleh penemu dari kalangan “imigran” itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahardityo mengatakan, mencuatnya berita soal praktik pemcabulan/prostitusi melalui media sosial Facebook yang terungkap di Surabaya, Jawa Timur, oleh polisi beberapa waktu lalu, meruapakan potret fenomena gunung es soal kejahatan siber berwujud pornografi yang menimpa anak atau remaja. Praktik yang lebih parah diyakini sebenarnya telah banyak terjadi, tetapi masih terkubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Germo-germo digital, Bandar narkoba digital, judi digital, sekarang sudah bertumbuhan subur di Indonesia jika kita menelisik dan mengamati kehidupan di internet,” kata Kahardityo yang aktif mengamati pengaruh internet dalam kehidupan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil riset&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil riset Yahoo di Indonesia yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009, pengguna terbesar internet adalah usia 15-19 tahun, sebesar 64 persen. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, usia 0-18 tahun tergolong usia anak-anak. Riset itu dilakukan melalui survey terhadap 2000 responden. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja itu mengakses internet melalui warung intermet (warnet), sementara sebanyak 19 persen mengakses via telepon selular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada 2009 menyebutkan, pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta. Pertumbuhannya setiap tahun rata-rata 25 persen. Riset Nielsen juga mengungkapkan pengguna Facebook pada 2009 di Indonesia meningkat 700 persen disbanding pada tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada periode tahun yang sama, pengguna Twitter yahun 2009 meningkat 3.700 persen. Sebagian besar pengguna interent berusia 15-39 tahun. Masyarakat Indonesia pengguna internet juga cenderung menghabiskan waktu lebih lama di internet dibanding tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Kahardityo, Golose juga mengatakan, mengingat “kodrat” praktik kejahatan selalu mengikuti perkembangan teknologi, dunia siber merupakan ladang subur praktik kejahatan pada masa kini dan masa mendatang. Berbagai bentuk kejahatan konvensional bertransformasi ke dunia siber untuk memperluas cakupan secara efisien dan lintas batas/transnasional. Kejahatan siber menjadi sebuah keniscayaan zaman saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun, kejahatan siber berkarakter memiliki fear of crime atau rasa terancam yang rendah sehingga itu membuat ancamannya kerap tidak disadari. Padahal, dampak kejahatan siber bisa secara nyata menjadi destruktif. Salah satu yang kita lupa adalah ancaman pornografi anak atau kejahatan seksual pada anak-anaka melalui internet. Sementara masyarakat kita masih sibuk dengan isu pornografi dewasa,” kata Golose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks Virtual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendahnya kesadaran akan ancaman tersebut tercermin pula dari minimnya laporan polisi terkait &lt;br /&gt;kejahatan seksual terhadap anak-anak melalu internet. Meski demikian terdapat beberapa kasus yang pernah ditangani polisi berdasarkan informasi dari kepolisian di luar negeri, mengingat praktik kejahatan siber yang lintas batas Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golose mencontohkan, kejahatan seksual yang bisa menimpa anak-anak, misalnya, pelecehan seksual terhadap anak-anak melalui chat room dan media social seperti Facebook, Friendster, Twitter, dan lain-lain. Bentuknya mulai dari tak adanya kontak fisik, sampai yang berlanjut pada kontak fisik seperti yang terjadi di Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh chatting cabul di berbagai chat room. Unsur cabul itu bisa dimulai secara teks ataupun visual, baik foto maupun gambar video. Perangkat webcam sangat berpotensi memuluskan praktik pencabulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seperti contohnya virtual seks. Anak-anak chat dengan orang dewasa yang lalu menyuruhnya&lt;br /&gt;membuka baju, memperagakan suatu adegan, dan sebagainya. Lalu, itu semua direkam oleh pelaku &lt;br /&gt;untuk dinikmati sendiri ataupun dengan sesamanya, baik gratis maupun diperjualbelikan,” papar Golose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golose mengingatkan, orangtua kerap lengah ketika anak-anak mereka asyik berinternet, baik di rumah, melalui ponsel, maupun di warnet. Secara fisik anak tampak anteng dan baik-baik saja di depan perangkat digital, tetapi mereka boleh jadi telah terpapar hal-hal yang membahayakan, sekalipun fisiknya tidak terlihat tengah dalam kondisi yang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencabulan melalui internet itu besar kemungkinan akan berakhir pula di dunia nyata, misalnya pada akhirnya pelaku (predator anak) mengajak sang anak untuk bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejauh ini, ancaman kejahatan seksual terhadap anak-anak melaui internet dilindungi melauli UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Pasal 27 ayat 1. Namun, merebaknya kasus Prita membuat banyak orang ingin merevisi pasal itu, yang di ayat tiganya memuat soal pencemaran nama baik,” ujar Golose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golose menyayangkan “efek samping” dari kasus Prita Mulyasari versus RS Omni Internasional, membuat sebagian masyaratakt merasa perundangan tersebut sebagai momok bagi masyarakat pengguna internet tanpa melihat fungsi positifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan karena abuse of power pengguna pasalnya lantas seolah semua UU nya ditolak. Masyarakat jadi seperti tidak mau di atur di dunia siber, padahal kalau mengingat anak-anak, mereka kelompok paling rentan di dunia siber, “kata Golose. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Negara maju, meskipun masyarakatnya amat melek internet, anak tetap terproteksi melalui perangkat hukumnya. Seseorang dapat dikenai hukuman amat berat jika kedapatan menyimpan gambar anak dengan pose erotis. Di bandara, petugas juga kerap memeriksa laptop penumpang untuk memeriksa materi bermuatan pornografi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyidik dari Unit Cyber Crime Ajun Komisaris Besar Faizal Thayeb menjelaskan, saat ini polisi belum terlalu banyak menangani masalah kejahatan seksual terhadap anak-anal melalui internet karena minimnya pengaduan. Beberapa kasus yang pernah ditangani misalnya, kasus pornografi anak melalui situs www.jualtocil.com, yang terbongkar Oktober 2009. Situs itu dibuat dan dikelola oleh warga Indonesia, berisi gambar anak-anak dari berbagai Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penyidikan, tingginya konseumen di Indoensia yang memesan rekaman gambar dari pengelola situs itu dapat diindikasi peminat pornografi anak di Indonesia kian tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Faizal, polisi dapat mengungkap kasus itu atas kerja sama dengan Australian Federal Police dan US Immigrationand Customs Enforcement Attache Singapore. “Laporan soal praktik kejahatan seksual terhadap anak di internet selama ini kerap karena laporan dari luar negeri. Kejahatan ini borderless, lintas batas,” kata Faizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola situs yang memuat pencabulan anak-anak selama ini kerap memakai server di luar negeri. Meski demikian, kerja sama polisi antarnegara terkait pornografi anak dan terorisme menjadi prioritas penting kepolisian di Negara-negara maju.&lt;br /&gt;&lt;span&gt; --------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;------------------------&lt;br /&gt;Insya Allah dalam note selanjutnya, akan saya sajikan kepada pembaca terhormat, sebuah artikel, masih dari Harian KOMPAS, edisi Senin, 8 Februari 2010, halaman 26 tentang TIPS MENANGKAL “PREDATOR” ONLINE, dan mengetahui sejauh mana PASAR MENGGIURKAN BAGI “PREDATOR” ONLINE di INDONESIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak/ belum mengetahui bagaimana hukum Islam mengatur Pelaku Perdagangan atau Eksploitasi Seksual Anak. Tetapi jika kita masuk dari sisi ta’zir (ta’zir adalah salah satu pintu kemudahan yang diberikan Hukum Pidana Islam untuk sanksi bagi perbuatan pidana yang tidak diatur secara jelas di dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi, serta yurisprudensi terdahulu) maka ada kemungkinan untuk menghukum mati pembuat situs porno anak, pelaku perdagangan atau eksploitasi seksual terhadap anak via internet. Kalau hukuman mati dirasa terlalu berat, maka bisa juga dilakukan hukuman cambuk dan diasingkan ke luar Indonesia selama setahun. Untuk pelaku pemerkosaan, pelaku zina (kontak fisik langsung) maka hukumannya sudah jelas, yaitu hukuman mati bagi pemerkosa yang sudah menikah/pernah menikah. Dan cambuk 100 kali bagi yang belum menikah plus diasingkan selama setahun ke luar negeri. Saya yakin, insya Allah, jika hukum ini terealisasi, maka akan membuat efek jera yang amat sangat, dan jelas pelaku kejahatan dunia maya akan berpikir ulang 100 kali untuk berbuat jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,lindungilah diri dan keluarga kami dari kejahatan setan dan manusia-manusia jahat di dunia ini. Berilah kami semua, petunjuk dan kekuatan untuk bersama-sama berperang melawan kebejatan manusia-manusia jahat. Ya Allah, ampuni diri-diri kami yang lalai menjalankan hukum Mu, tak ada tempat meminta dan memohon kecuali kepada Mu, hancurkanlah kejahatan dengan sehancur-hancurnya. Allahumma Amiin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-1613671677105164400?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/1613671677105164400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/02/waspada-predator-incar-anak-kita.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/1613671677105164400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/1613671677105164400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/02/waspada-predator-incar-anak-kita.html' title='Waspada! Predator Incar Anak Kita'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-5966388443931438188</id><published>2010-02-05T07:09:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T07:09:18.936-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saling Menasihati'/><title type='text'>Tertipu Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Duhai Saudaraku, yang sudah, atau akan memasuki dunia kerja, semoga Allah memberkahi kita semua, memberikan perlindungan dan kekuatan istiqomah sampai akhir hayat berpegang teguh pada buhul tali Allah yang kokoh dalam menapaki fitnah kehidupan dunia ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak keburukan dunia ini, sehingga banyak Saudara kita terjerumus di dalamnya, tertipu dengan kesenangan semu di dalamnya. Dunia membuat bintik hitam dalam hatinya semakin banyak dan gelap. Bashirah semakin pudar dan tumpul, dan perlahan semakin meninggalkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala --naudzubillahiminzalik--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertipu dengan uang, kekuasaan, sehingga yang dari keluar dari lisannya tidaklah lagi kalamullah wa qola Rosulillah Shalallahu 'alaihi wasallam. Tapi duit, duit, dan duit. Untuk dunia, dia bisa kerja keras, ontime, dan berlama-lama, tapi ketika Allah Ta'ala memanggil, ia lalai, tak peduli, bahkan kerap mengakhirkan panggilan Allah Ta'ala. Tak pernah lagi Masjid menjadi tempat ia menunggu shalat berjamaah, dzikir pagi dan petang tak pernah lagi terlihat menghiasi lisannya, tak lagi peka pada penderitaan sesamanya, menjadi pelaku bahkan penganjur ketidakjujuran, bahkan Allah cabut dari wajahnya tanda-tanda keshalihan. --naudzubillah--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, si Fulan adalah seorang Muslim yang ta'at, sederhana, bahkan sangat perhatian pada saudara-saudaranya. Tetapi ketika mengenal dunia, ia tak lagi bertegur sapa. Mobilnya yang mentereng melaju kencang meninggalkan senyum saudaranya di belakang. Tak ada lagi kabar hangat darinya yang biasanya menghiasi inbox handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara si fulanah, yang dahulu menjaga hijab lebarnya, sekarang semakin mengecil, bentuk aurat diperlihatkan dirinya. Bahkan kata seorang Sahabat, seorang muslimah menanggalkan jilbabnya ketika terjun bebas dalam dunia kerja. Dan muslimah ini menyesali dirinya yang sempat menutup aurat, bahkan menganggap masa-masa keshalihannya adalah masa-masa kelam dalam dirinya. --innalillahi wa inna ilaihi roji'un--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Saudaraku, ketahuilah bahwa dunia hanyalah kesenangan yang menipu, permainan dan senda gurau. Berbangga dengan banyaknya harta dan keturunan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'anul Karim, Surah Al-Hadiid ayat 20:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Saudaraku, rajinlah menghadiri majelis ilmu syar'i, Pilihlah kawan dan sahabat yang senantiasa mengingatkanmu pada kehidupan setelah kematian, yang mengajakmu bangkit ketika kau terjatuh, yang memberi kabar gembira dari Allah ketika kau bersedih, Sesungguhnya kita tidak pernah tahu kapan Allah akan memanggil kita dan meminta pertanggungjawaban kita, Sesungguhnya kita tidak pernah mengetahui tempat duduk kita apakah di surga Nya kelak, atau di neraka -wal iyadzubillah-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Saudaraku, ingatlah senantiasa pemutus kelezatan, yaitu kematian. Ingatlah saat-saat nanti kita di dalam kubur hanya ditemani kain kafan dan belatung. Ruang tanah yang sempit, pengab, dan gelap. Tak ada perniagaan, harta, keluarga, rumah, mobil, teman gaul kita yang ikut serta, kecuali perniagaan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang tak pernah mengenal kata "rugi", berupa amal shalih kita di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Saudaraku, hadirkanlah senantiasa dalam benak kita, siksa kubur bagi orang-orang yang lalai. Ketika Mungkar dan Nakir hadir membawa palu raksasa, siap memukul wajah yang tak mampu menjawab pertanyaan mereka. Ketika kubur disempitkan dan meremukkan tulang rusuk orang yang ingkar. Renungkan dalam-dalam dan bayangkanlah siksa panas api neraka dan kesulitan melewati sirath bagi mereka yang meninggalkan Allah Ta'ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan cukuplah nasihat Al-Hasan al-Bashri -rahimahullah- kepada Khalifah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah, beliau berkata, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Amma ba'du: Dunia adalah sebuah perjalanan, bukan tempat menetap. Allah menurunkan Adam ke dunia sebagai balasan atas apa yang dia lakukan, maka berhati-hatilah wahai Amirul Mukminin, karena sesungguhnya bekal dunia adalah dengan meninggalkannya dan kekayaannya adalah kefakirannya. Setiap saat ada yang terbunuh di dalamnya, terhinalah orang yang memuliakannya, dan fakirlah orang yang mengumpulkannya. Ia bagaikan racun mematikan yang diminum oleh orang yang tidak mengetahuinya, maka jadilah engkau seperti orang yang sedang mengobati luka, dia merasakan demam dalam waktu yang singkat karena merasa takut akan sesuatu yang menyakitkan dalam waktu yang lama dan bersabarlah menelan obat karena takut akan musibah yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah terhadap alam yang menipu dan penuh dengan hayalan ini, sebuah alam yang dihiasi dengan tipuan, dilukiskan dengan sebuah angan-angan sehingga semua materi duniawi ini menjadi mulia bagaikan seorang pengantin yang cantik menawan. Semua mata dan hati memandang kepadanya dan jiwa pun merasakan kerinduan yang mendalam kepadanya, akan tetapi dia adalah seorang pembunuh yang membunuh suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun yang bisa mengambil pelajaran atas sesuatu yang telah berlalu darinya dan tidak ada seorang pun yang merasa takut atas apa yang menimpa orang sebelumnya. Tidak ada seorang pun yang mengenal Allah ketika hal itu disebutkan kepadanya sehingga dia mengingat-Nya. Orang yang rindu akan dunia dengan mendapatkan kebutuhannya sehingga dia menjadi lupa dan lalai, dia disibukkan dengannya sehingga hampir saja kedua kakinya terpeleset, yang berakhir kepada sebuah penyesalan dan kerugian yang sangat besar. Dia keluar tanpa membawa bekal, lalu mempersembahkan sesuatu tanpa alas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah wahai Amirul Mukminin! Jadilah engkau sebagai orang yang paling tertawan di dalamnya. Berhati-hatilah! Karena orang yang mendapatkan dunia, setiap kali dia menginginkan sebuah kesenangan, maka hanya sesuatu yang mereka bencilah yang didapatkan, kemegahan mengantarkannya kepada sebuah bencana, keabadian yang mereka harapkan hanyalah sebuah bayangan semu, kebahagiaan mereka teracuni oleh kesedihan, sesuatu yang pergi tidak akan bisa kembali, dan dia pun tidak akan tahu apa yang akan dia dapatkan. Angan-angannya adalah kebohongan, harapannya adalah kebathilan, kejernihannya adalah kekeruhan, kehidupannya adalah kesengsaraan, dan semua manusia hidup di dunia dalam keadaan yang membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabimu, Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditawarkan kunci dan gudang harta dunia, akan tetapi beliau menolaknya, dia tidak mau mencintai sesuatu yang dibenci oleh Penciptanya atau memuliakan sesuatu yang dihinakan oleh Malik (Raja)nya. Dunia dihamparkan kepada orang-orang shalih sebagai cobaan bagi mereka dan dibentangkan kepada musuh-musuh Allah sebagai tipuan. Diriwayatkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada Musa Alaihissalam, ‘Jika engkau melihat kekayaan yang memihak, maka katakanlah, ‘Ini adalah sebuah dosa yang disegerakan,’ dan jika engkau melihat sebuah kefakiran, maka katakanlah, ‘Selamat datang syi’ar orang yang shalih.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Saudaraku, apabila engkau terlanjur terjatuh, maka segeralah bangkit dan kembali kepada Allah Ta'ala. Aku kabarkan berita gembira kepadamu, karena sebaik-baik orang yang terjatuh dalam dosa adalah yang kembali bertaubat kepada Allah Ta'ala. Dan ketahuilah bahwa "Sesungguhnya Allah sangat suka orang yang kembali ke jalan Nya dan mensucikan dirinya" (Q.S. Al-Baqarah:222). Bahkan Allah lebih suka, Allah lebih gembira dengan taubat seorang hamba-Nya, dibanding dengan kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan untanya, yang telah hilang di padang pasir yang luas. (Diriwayatkan Al-Bukhari, “Fathul Bari” XI/102 dan Muslim IV/2104.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh, tidaklah aku merasa sebagai orang yang suci,sempurna, dan shalih --walaupun aku berharap agar Allah memasukkan kita semua ke dalam golongan orang-orang shalih--, maka nasihatilah aku ketika kau melihat aku dalam kesesatan. Cintailah aku ketika aku terjatuh, maka nasihatmu adalah kegembiraan dan kerinduan bagiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat, semoga Allah menjaga kita semua. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-5966388443931438188?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/5966388443931438188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/02/tertipu-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/5966388443931438188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/5966388443931438188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/02/tertipu-dunia.html' title='Tertipu Dunia'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-3848890306043931708</id><published>2010-01-31T02:56:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T02:56:59.355-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Tobatnya Shahabat Anshar yang Melihat Wanita Mandi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kisah ini disalin apa adanya dari http://eramuslim.com/syariah/bercermin-salaf/tobatnya-shahabat-anshar-yang-melihat-wanita-mandi.htm oleh Ustadz Mashadi&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;------------------------------------------------------------------------------------ &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Betapa generasi shalafus shalih telah melahirkan orang-orang yang terbaik di zamannya, yang sangat sulit akan ditemukan di zaman ini. Seperti diriwayatkan dari jabir bin Abdullah al Anshari radhiyallahu anhu: “Ada seorang pemuda Anshar masuk Islam, bernama Tsa’labah bin Abdurrahman”, ucapnya. Pemuda itu sangat senang dapat melayani Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Suatu ketika Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruhnya untuk suatu keperluan, maka pemuda itu melewati sebuah pintu rumah lelaki Anshar, dan pemuda itu melihat seorang wanita Anshar sedang mandi. Lalu, pemuda yang bernama Tsa’labah itu, takut kalau Allah menurunkan wahyu kepada Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan memberitahukan tentang perbuatannya, maka ia pun lari sekencang-kencangnya menuju gunung-gunung yang ada antara Mekah dan Madinah untuk bersembunyi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, kehilangan Tsa’labah selama empat puluh hari, maka turunlah Jibril alaihis sallam kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan mengatakan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengirimkan salam dan berfirman kepadamu , “Sesungguhnya ada seorang lekaki dari umatmu telah berada di gunung-gunung ini memohon perlindungan kepada-Ku”.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Maka, Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, bersabda, “Wahai Umar dan Salman carilah Tsa’labah bin Abdurrahman dan bawalah ia kepadaku”. Selanjutnya, Umar bersama dengan Salman berjalan keluar dari jalan-jalan Madinah, dan bertemu dengan seorang pengembala di Madinah bernama Dzufafah, dan Umar bertanya kepadanya, “Apakah kamu tahu seorang pemuda yang berada di gunung ini, namnya Tsa’labah?”. Dzufafah menjawab, “Barangkali maksudmu adalah lelaki yang lari dari neraka jahanam?”. Umar bertanya, “Apakah yang kamu maksudkan bahwa ia lari dari neraka jahanam?”.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dzufafah menjawab, “Karena, jika di waktu malam telah tiba, maka ia datang kepada kami dari tengah gunung-gunung ini dengan meletakkan tangannya diatas kepalanya sambil berteriak, “Wahai, seandainya, Engkau cabut nyawaku, dan Engkau matikan tubuhku, dan tidak membiarkan untuk menunggu keputusan takdir-Mu”. Dan, Umar menjawab, “Dialah lelaki yang kami maksudkan”, ucapnya. Kemudian, Umar datang kepadanya dan mendekapnya, dan Tsa’labah bekata, “Wahai Umar. Apakah Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, tahu tentang dosaku?”. Umar menjawab, “ Saya tidak tahu, hanya kemarin beliau menyebutmu, lalu menyuruhku dengan Salman mencarimu”. Tsa’labah berkata, “Wahai Umar, janganlah engkau bawa aku kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, kecuali beliau sedang shalat. Maka, Umar segera kedalam barisan shalat bersama dengan Salman. Dan, ketika Tsa’labah mendengar bacaan Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam jatuh pingsan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ketika Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah salam, Beliau bersabda, “Wahai Umar, wahai Salman apa yang dilakukan Tsa’labah?”. Keduanya menjawab, “Ini dia Rasulullah”. Kemudian, Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam berdiri menggerak-gerakan badan Tsa’labah, dan membangunkannya”. Lalu, Rasulullah bertanya, “Mengapa engkau menghilang dariku?”. “Dosaku sangat besar, wahai Rasulullah”, ucap Tsa’labah. Dan, Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, bersabda, “Tidakkah aku pernah tunjukkan kepadamu ayat yang menerangkan penghapusan dosa dan kesalahan”. “Ya, wahai Rasulullah”, jawab Tsa’labah. Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, bersabda, “Bacalah”. “ …Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka”. (al-Baqarah : 201).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Tsa’labah berkata, “Wahai Rasulullah, dosaku sangat besar”. Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Bahkan firman Allahlah yang paling besar”. Kemudian, beliau menyuruhnya pulang ke rumahnya. Sejak itu, Tsa’labah sakit selama delapan hari, kemudian datang Salman kepada Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan berkata, “Wahai Rasulullah, sudah tahukah engkau berita tentang Tsa’labah? Sesungguhnya, ia sedang sakit keras, karena perasaan dosanya”. “Marilah kita menjenguknya”, ucap Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sesudah Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, sampai di rumah Tsa’labah, meletakkan kepala Tsa’labah diantas pangkuannya. Tetapi, setiap kepalanya diletakkan dipangkuan Rasulullah, selalu Tsa’labah menggesernya. “Kenapa kamu geserkan kepalamu dari pangkuanku?”, tanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam. “Kapalaku penuh dengan dosa, wahai Rasulullah”, jawab Tsa’labah. Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya , “Apakah yang kamu lakukan?”, tanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam. “Seperti rayap dan semut berada diantara tulang, daging dan kulitku”, jawab Tsa’labah. “Apakah yang kamu senangi?”, tanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam. “Ampunan Tuhanku”, jawab Tsa’labah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kemudian, Jabir berkata, “Ketika itu turunlah Jibril Alaihisallam, mengatakan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengirimkan salam padamu, dan berfirman, “JIka hamba-Ku ini menemui-Ku dengan dosa sejengkal tanah, maka Aku akan menemui dengan sejengkal ampunan”. Ketika itu, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam memberitahu Tsa’labah, dan seketika itu, Shahabat Tsa’labat menjerit, karena senang, dan kemudian meninggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, menyuruh para Shahabat lainnya,memandikan dan mengkafaninya. Ketika, beliau meshalatinya, belaiu datang berjalan dengan merangkak. Ketika dimakamkan, beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, kami melihatmu berjalan merangkak”. Kemudian, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Demi Allah yang telah mengutusku sebagai Nabi dengan haq, aku tidak bisa meletakkan kakiku diatas bumi, karena banyaknya malaikat yang turun mengantarkan jenazah Tsa’labah”.&amp;nbsp; Wallahu’alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-3848890306043931708?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/3848890306043931708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/tobatnya-shahabat-anshar-yang-melihat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/3848890306043931708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/3848890306043931708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/tobatnya-shahabat-anshar-yang-melihat.html' title='Tobatnya Shahabat Anshar yang Melihat Wanita Mandi'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-3839628546695581863</id><published>2010-01-27T18:37:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T18:37:10.991-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kudapati Mereka Bersyukur Ketika Sakit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kudapati ia seorang yang mengalami kebutaan ketika usianya masih belum tua. Di saat yang lain kudapati&amp;nbsp; orang yang berusia sebaya dengan ayahku, ditimpa penyakit kanker dan aneka penyakit "orang kota" lainnya. Sementara di waktu yang lain, seorang yang masih muda, usianya masih 20-an, tetapi kelumpuhan sudah menjalar di tubuhnya sehingga tergeletak di kasur menjadi kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya...&lt;br /&gt;dari mulut-mulut mereka tak kudapati rasa marah, jengkel, murka atau semacamnya akibat penyakit yang mereka derita. Justru wajah-wajah yang tersenyum, kesabaran dan rasa syukur yang kudapati dari mereka. Subhanalloh, sungguh banyak pelajaran yang kuambil dari kisah-kisah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya: ternyata mereka berpegang teguh pada janji Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di antara manusia ada yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ditimpa suatu bencana berbaliklah ia ke belakang. Ia rugi dunia dan akhirat” [Al-Hajj : 11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersabarlah kalian, sesunguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar” [ Al-Anfal : 46]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit atau sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah motivasi supaya kita bersyukur akan ujian penyakit yang menimpa kita, kita meyakini sabda Nabi shalallahu’alaihi wa sallam di atas sehingga kita semakin bersyukur atas ujian penyakit yang ditimpa oleh kita. Bahkan hanya sekedar keletihan, kecapaian, atau tertusuk duri yang kecil, semua itu dapat menghapuskan dosa kita, sebagaimana sabdanya shallahu’alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanaan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahan nya.” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-3839628546695581863?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/3839628546695581863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/kudapati-mereka-bersyukur-ketika-sakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/3839628546695581863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/3839628546695581863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/kudapati-mereka-bersyukur-ketika-sakit.html' title='Kudapati Mereka Bersyukur Ketika Sakit'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-8576178291147018267</id><published>2010-01-27T18:27:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T18:32:31.774-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu dan Akhlak Ustadz Salafy'/><title type='text'>KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN PAHALANYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN PAHALANYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Merupakan Amal Yang Paling Utama&lt;br /&gt;‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’ (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Ridha Allah Bergantung Kepada Ridha Orang Tua&lt;br /&gt;Sesuai hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua” (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Berbakti Kepada Orang Tua Dapat Menghilangkan Kesulitan Yang Sedang Dialami&lt;br /&gt;Yaitu, dengan cara bertawassul dengan amal shalih tersebut. Dalilnya adalah hadits riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma mengenai kisah tiga orang yang terjebak dalam gua, dan salah seorangnya bertawassul dengan bakti kepada ibu bapaknya.&lt;br /&gt;Haditsnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : ...Pada suatu hari tiga orang dari ummat sebelum kalian sedang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka berada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi mulut gua. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: ‘Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan.’ Kemudian mereka memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu di antara mereka berkata: ‘Ya Allah, sesung-guhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai isteri dan anak-anak yang masih kecil. Aku menggembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang sudah larut malam dan aku dapati orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan kepada anak-anakku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena mengharap wajah-Mu, maka bukakanlah mulut gua ini.’ Maka batu yang menutupi pintu gua itu pun bergeser sedikit..”(4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Akan Diluaskan Rizki Dan Dipanjangkan Umur&lt;br /&gt;Sesuai sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan di-panjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyam-bung silaturrahimnya.” (5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam silaturahmi, yang harus didahulukan adalah silaturahmi kepada orang tua sebelum kepada yang lain. Banyak di antara saudara-saudara kita yang sering berkunjung kepada teman-temannya, tetapi kepada orang tuanya sendiri jarang, bahkan tidak pernah. Padahal ketika masih kecil, dia selalu bersama orang tuanya. Sesulit apa pun harus tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kepada kedua orang tua, karena dekat kepada keduanya -insya Allah- akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Akan Dimasukkan Ke Surga Ooleh Allah ‘Azza wa Jalla&lt;br /&gt;Berbuat baik kepada orang tua dan taat kepada keduanya dalam kebaikan merupakan jalan menuju Surga. Sedangkan durhaka kepada orang tua akan mengakibatkan seorang anak tidak masuk Surga. Dan di antara dosa-dosa yang Allah ‘Azza wa Jalla segerakan adzabnya di dunia adalah berbuat zhalim dan durhaka kepada orang tua. Dengan demikian, jika seorang anak berbuat baik kepada orang tuanya, Allah akan meng-hindarkannya dari berbagai malapetaka, dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla dan akan dimasukkan ke Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENTUK-BENTUK DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA&lt;br /&gt;[1]. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua, baik berupa perkataan atau pun perbuatan yang mem-buat orang tua sedih atau sakit hati.&lt;br /&gt;[2]. Berkata “ah” atau “cis” dan tidak memenuhi pang-gilan orang tua.&lt;br /&gt;[3]. Membentak atau menghardik orang tua.&lt;br /&gt;[4]. Bakhil atau kikir, tidak mengurus orang tuanya, bahkan lebih mementingkan yang lain daripada mengurus orang tuanya, padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.&lt;br /&gt;[5]. Bermuka masam dan cemberut di hadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, “kolot”, dan lain-lain.&lt;br /&gt;[6]. Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua dan lemah. Tetapi, jika si ibu melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri, maka tidaklah mengapa, dan karena itu seorang anak harus berterima kasih dan membantu orang tua.&lt;br /&gt;[7]. Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua.&lt;br /&gt;[8]. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah, misalnya alat musik, mengisap rokok, dan lain-lain.&lt;br /&gt;[9]. Lebih mentaati isteri daripada kedua orang tua. Bahkan ada sebagian orang yang tega mengusir ibunya demi menuruti kemauan isterinya.&lt;br /&gt;Nas-alullaahas salaamah wal ‘aafiyah&lt;br /&gt;[10]. Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggal ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam itu adalah sikap yang sangat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENTUK-BENTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA&lt;br /&gt;[1]. Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang mukmin termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan adab ber-bicara antara kepada kedua orang tua dengan ke-pada anak, teman atau dengan yang lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Tawadhu’ (rendah hati). Tidak boleh kibr (som-bong) apabila sudah meraih sukses atau memenuhi jabatan di dunia, karena sewaktu lahir, kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan, kita diberi makan, minum, dan pakaian oleh orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Memberi infaq (shadaqah) kepada kedua orang tua, karena pada hakikatnya semua harta kita adalah milik orang tua. Oleh karena itu berikanlah harta itu kepada kedua orang tua, baik ketika mereka minta ataupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5 ]. Mendo’akan kedua orang tua. Di antaranya dengan do’a berikut:&lt;br /&gt;“Wahai Rabb-ku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya orang tua masih berbuat syirik serta bid’ah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada keduanya, dengan harapan agar keduanya kembali kepada Tauhid dan Sunnah. Bagaimana pun, syirik dan bid’ah adalah sebesar-besar kemungkaran, maka kita harus mencegahnya semampu kita dengan dasar ilmu, lemah lembut dan kesabaran. Sambil terus berdo’a siang dan malam agar orang tua kita diberi petunjuk ke jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APABILA KEDUA ORANG TUA TELAH MENINGGAL&lt;br /&gt;Maka yang harus kita lakukan adalah:&lt;br /&gt;[1]. Meminta ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan taubat nashuha (jujur) bila kita pernah berbuat dur-haka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.&lt;br /&gt;[2]. Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.&lt;br /&gt;[3]. Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.&lt;br /&gt;[4]. Membayarkan hutang-hutangnya.&lt;br /&gt;[5]. Melaksanakan wasiat sesuai dengan syari’at.&lt;br /&gt;[6]. Menyambung silaturrahim kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam tersebut, kita dimudahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin sebagian dari tulisan pada www.almanhaj.or.id, birrulwalidain, dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor - Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa'dah 1427H/Desember 2006]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;(2). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 527), Muslim dalam Kitabul Iman (no. 85), an-Nasa-i (I/292-293), at-Tirmidzi (no. 173), ad-Darimi (I/278), Ahmad (I/351, 409, 410, 439).&lt;br /&gt;(3). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Adabul Mufrad (no. 2), Ibnu Hibban (no. 2026 al-Mawaarid), at-Tirmidzi (no. 1899), al-Hakim (IV/151-152), ia menshahihkan atas syarat Muslim dan adz-Dzahabi menyetujuinya. Syaikh al-Albani rahimahullaah mengatakan hadits ini sebagaimana yang dikatakan oleh mereka berdua (al-Hakim dan adz-Dzahabi). Lihat Shahiih Adabul Mufrad (no. 2).&lt;br /&gt;(4). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2272), Fathul Baari (IV/449), Muslim (no. 2743), dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma.&lt;br /&gt;(5). Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5985, 5986), Muslim (no. 2557), Abu Dawud (no. 1693), dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-8576178291147018267?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/8576178291147018267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/keutamaan-berbakti-kepada-orang-tua-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/8576178291147018267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/8576178291147018267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/keutamaan-berbakti-kepada-orang-tua-dan.html' title='KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN PAHALANYA'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-1978944086713431705</id><published>2010-01-27T18:25:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T18:25:13.140-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Orang yang Masuk Surga Lantaran Menyingkirkan Sesuatu yang Mengganggu dari Jalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang Masuk Surga Lantaran Menyingkirkan Sesuatu yang Mengganggu dari Jalan Kaum Muslimin    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar   &lt;br /&gt;&lt;a href="http://alislamu.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;13c9a980afa23a8bda013fbd8cae4411&amp;quot;, event)" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://alislamu.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyampaikan bahwa iman memiliki tujuh puluh lebih cabang, dan paling tinggi adalah ucapan, "Laa ilaaha illallah", sedangkan yang paling rendah adalah membuang sesuatu yang mengganggu dari jalan. Dalam kisah ini Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyampaikan tentang seorang laki-laki yang dimasukkan surga oleh Allah hanya karena dia menyingkirkan dahan berduri dari jalan kaum muslimin sehingga tidak mengganggu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari Muslim meriwayatkan dalam Shahih keduanya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Ketika seorang laki-laki berjalan di satu jalan, dia melihat ranting berduri di jalan, lalu dia menyingkirkannya. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuninya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebagian riwayat Muslim dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Seorang laki-laki melewati sebuah cabang pohon di badan jalan. Dia berkata, 'Demi Allah, aku akan menyingkirkan ini dari kaum muslimin agar tidak menganggu mereka.' Maka dia dimasukkan Surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim yang lain dari Abu Hurairah dari Nabi bahwa beliau bersabda, "Sungguh, aku telah melihat seorang laki-laki berguling-guling di surga hanya karena dia memotong dahan pohon di badan jalan yang menganggu manusia."&lt;br /&gt;Takhrij Hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhori dalam Shahihnya dalam kitabul Adzan, bab keutaman berangkat ke Zhuhur di awal waktu, 2/139, no.65; dalam kitabul Mazhalim, bab siapa yang mengambil dahan dan sesuatu yang menganggu orang-orang di jalan, lalu dia membuangnya, 5/118, no.2472.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya dalam kitabul Bir Wash Shilah wal Adab, 4/2021, no. 1914; dan dalam kitabul Imarah, 3/1521, no. 1914.&lt;br /&gt;Penjelasan Hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menjelaskan kisah seorang laki-laki yang sedang berjalan di satu jalan. Dia melihat dahan yang berduri bergelayut di jalan kaum muslimin, maka orang-orang yang lewat merasa tergangu. Dia bertekad untuk memotong dahan itu dan menjauhkannya dari jalan. Tujuannya sebagaimana yang secara nyata dikatakannya, adalah untuk menjauhkan sesuatu yang menganggu dari jalan kaum muslimin. Allah mengampuninya dan memasukkannya ke dalam surga-Nya. Rasulullah melihatnya sedang menikmati kemegahan surga dengan perbuatannya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki ini beramal sedikit dan meraih pahala besar. Rahmat Allah sangatlah luas dan karunia-Nya sangatlah agung. Apa yang dilakukan oleh orang ini dianjurkan oleh agama kita. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan agar kita melakukan seperti yang dilakukan oleh orang ini. Beliau bersabda, "Jauhkanlah sesuatu yang menganggu dari jalan kaum muslimin. (Albani dalam Silsilah Shahihah no. 2373. Menisbatkannya kepada Abu Bakar bin Abu Syaibah dalam Al-Adab, Abu Ya'la dalam Musnad, Ad-Dhiya dalam Al-Muntaqa. Muslim meriwayatkan dengan maknanya dan diriwayatkan oleh Ahmad). Beliau memberi peringatan keras agar tidak menganggu jalan kaum muslimin. Tentang hal ini beliau bersabda, "Barangsiapa menganggu kaum muslimin di jalan mereka, maka dia memperoleh laknat mereka." (Al-Bani menisbatkannya dalam Silsilah (5/732), no. 2294, kepada Thabrani Abu Nuaim dalam Akhbari Ashbahan, Abu BakAr Asy-Syafii dalam Musnad Musa bin Ja'far).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali dalil-dalil dalam bidang ini yang menunjukkan akhlak luhur sebagai ciri khas kaum muslimin yang beramal dengan Islam. Mereka berusaha membersihkan jalan-jalan mereka, tidak mengotori dan membuatnya jorok, serta membuang sesuatu yang menganggu darinya. Mereka menjadikannya sebagai tuntunan hidup, berharap darinya pahala tanpa bersikap secara berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penjelasan tentang keutamaan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan kaum muslimin yang mengandung pahala besar dan agung.&lt;br /&gt;2. Luasnya rahmat Allah dan besarnya pahala-Nya. Allah membalas laki-laki ini dengan balasan yang besar, dengan memasukkannya ke surga lantaran amal yang sedikit, yaitu membuang sesuatu yang mengganggu dari jalan.&lt;br /&gt;3. Sejauh mana kaum muslimin menyelisihi ajaran-ajaran agama mereka. Sebagian tidak hanya tidak bersedia membuang sesuatu yang mengganggu dari jalan kaum muslimin, bahkan membuang sampah rumahnya dan sisa makanannya di jalan kaum muslimin.&lt;br /&gt;4. Pohon yang boleh ditebang adalah yang mengganggu kaum muslimin. Pohon yang berguna bagi kaum muslimin, seperti pohon yang dipakai untuk berteduh, tidak boleh ditebang. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam mengancam penebangnya dengan api neraka. Dalam hadis, "Penebang bidara akan dibenamkan kepalanya oleh Allah di neraka." (Dinisbatkan oleh Al-Bani dalam Silsilah Shahihah (2/175), no. 615, kepada Baihaqi dan lain-lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: diadaptasi dari DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, Shahih Qashashin Nabawi, atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa, terj. Izzudin Karimi, Lc. (Pustaka Yassir, 2008), hlm. 274-277.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-1978944086713431705?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/1978944086713431705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/orang-yang-masuk-surga-lantaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/1978944086713431705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/1978944086713431705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/orang-yang-masuk-surga-lantaran.html' title='Orang yang Masuk Surga Lantaran Menyingkirkan Sesuatu yang Mengganggu dari Jalan'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-6910884935116928671</id><published>2010-01-27T18:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T18:21:14.791-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kisah Umar yang Membuat Kenyang Rakyatnya</title><content type='html'>Kisah ini terjadi di saat Umar Ibn Khattab (atau biasa disebut Umar al-Faruq) saat beliau menjadi khalifah (Amirul Mukminin=Pemimpin Kaum Muslimin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; --------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid ibn Aslam dari bapaknya, Aslam, bekas pembantu Umar Ibn Al-Khattab, menceritakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami keluar bersama Umar ibn Khattab -Allah ta'ala telah meridhai beliau- menuju Hiratu Waqim -suatu tempat dekat kota Madinah- sehingga ketika kami sampai di sebuah gunung, tiba-tiba kami melihat api yang menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka al-Faruq berkata, "Wahai Aslam, sesungguhnya aku melihat di sana ada kafilah yang diterpa malam yang dingin. Mari kita pergi kesana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami keluar dengan berjalan cepat sampai mendekati mereka. Ketika kami sampai, kami melihat seorang perempuan dengan anak-anaknya sedang menunggu panci yang dipanaskan di atas api sementara anak-anaknya menangis karena menahan lapar yang sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umar -radhiyallahu ta'ala anhu- berkata, "Assalamu'alaikum, wahai pemilik cahaya." Dia tidak suka mengucapkan, "Wahai pemilik api."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu perempuan tadi menjawab, "Wa'alaikumus salam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bertanya padanya, "Bolehkah aku mendekat?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tersebut menjawab pertanyaan Umar, "Kalau engkau berniat baik, maka mendekatlah. Namun jika tidak, maka sebaiknya engkau pergi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat izin, kami mendekatinya, Umar melanjutkan pertanyaannya, "Bagaimana keadaan kalian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tadi menceritakan keadaannya, "Kami diterpa oleh malam yang dingin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bertanya lagi, "Mengapa anak-anakmu menangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab oleh wanita lagi, "Mereka menangis keras karena menahan lapar yang sangat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu apa yang ada di dalam panci ini?" tanya Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mendiamkan mereka dengan memanaskan periuk (periuk ini kosong) ini sampai mereka tertidur. Demi Allah, kami tidak diperhatikan oleh Umar." Wanita itu belum mengetahui bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah Umar. &lt;br /&gt;Umar melanjutkan percakapannya, "Semoga Allah merahmatimu, apakah Umar mengetahui tentang kalian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia diserahi urusan kami, namun dia melalaikan kami!" jawab si wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berbalik menghadapku seraya berkata, "Wahai Aslam, mari kita pergi." Kami pun berjalan cepat hingga sampai ke gudang penyimpanan tepung, lantas mengeluarkan setakar tepung dan lemak." Angkat semua ini agar aku bisa membawanya", kata Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslam berujar, "Biarkan aku yang membawanya wahai Amirul Mukminin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menjawab, "Apakah engkau akan menanggung dosaku pada hari kiamat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku mengangkat tepung ke atas pundaknya kemudian kami menuju tempat wanita tadi dengan cepat. Kemudian Umar meletakkan karung berisi tepung di sisi wanita tersebut, lalu beliau mengeluarkan sedikit tepung tadi seraya berkata pada si wanita, "Tuangkanlah tepung itu, aku akan mengaduknya." Mulailah Umar meniup kayu bakar di bawah periuk tersebut, sementara Umar adalah seorang yang berjenggot lebat. Aku melihat asap yang keluar dari sela-sela jenggotnya sampai beliau selesai memasak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umar menurunkan periuk itu dengan tangannya sambil berkata, "Berikanlah kepadaku sesuatu." Maka wanita itu menyerahkan sebuah piring besar. Umar menuangkan makanan tersebut ke dalamnya dan berkata kepada wanita tadi, "Berikanlah anak-anakmu makan, aku yang akan menuangkannya." Demikianlah seterusnya hingga mereka merasa kenyang. Umar meninggalkan sebagian sisa tepung tadi untuk wanita itu. Setelah itu Umar berdiri dan mereka pun ikut berdiri mengiringi Umar. Umar pun tertawa dan memuji Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berkata mengungkapkan rasa terima kasihnya, "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Apa yang kau lakukan ini lebih utama daripada Amirul Mukminin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Umar menjawab, "Katakanlah ucapan yang baik. Kalau engkau mengunjungi Amirul Mukminin, insya Allah engkau akan mendapati diriku di sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umar menggandeng tanganku dan kami pun pergi menuju Madinah. Umar berkata kepadaku, "Wahai Aslam, sesungguhnya rasa lapar itu adalah musuh. Tadi aku melihat mereka dalam keadaan menangis, maka aku ingin meninggalkan mereka dalam keadaan tertawa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; --------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;---------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sifat al-Faruq. Beliau sangat bersemangat memberi kebaikan pada rakyatnya. mencintai mereka dan mecari kesenangan rakyatnya siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disalin dari Buku : 10 Sahabat Pemetik Janji Surga (Al' Asyah Al Mubasysyaruna bin Jannah lil 'Athfal) karya Abu Maryam Majdi bin Fathi Az Zayyid, diterjemahkan oleh Pelajar Putri Pondok Pesantren al-Furqon Kroya Bagian Tarbiyatun Nisaa'. cet. keempat. Jakarta, Penerbit Pustaka Al-Haura', 1430 Hijriah. Halm. 85-88.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-6910884935116928671?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/6910884935116928671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/kisah-umar-yang-membuat-kenyang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/6910884935116928671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/6910884935116928671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/kisah-umar-yang-membuat-kenyang.html' title='Kisah Umar yang Membuat Kenyang Rakyatnya'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-3399059354178957659</id><published>2010-01-25T20:31:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T20:33:24.803-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum Bisnis'/><title type='text'>Kritik Ilmiah atas UU PT &amp; Konsekuensi Hukum PT yang Tidak Menyesuaikan Anggaran Dasar serta Kewenangan LPS dalam Pembubaran PT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Tulisan ini merupakan BAGIAN PERTAMA ringkasan dari tiga tulisan yang ditulis oleh tiga penulis yang berbeda. Diambil dari JURNAL HUKUM BISNIS Volume 28-No. 3-Tahun 2009, tanpa mengubah substansi tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tulisan oleh :DR. Habib Adjie, S.H., M.H., CN.&lt;br /&gt;        Judul  :Penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Menurut Undang-Undang Nomor&lt;br /&gt;                                 40 Tahun 2007 Dalam Teori dan Praktik&lt;br /&gt;Penulis adalah seorang Notaris dan PPAT di Kota Surabaya. Selain sebagai akademisi, beliau juga adalah seorang praktisi yang banyak bersinggungan dengan kenyataan pelaksanaan hukum di lapangan sehari-hari. Tulisan beliau ini, merupakan kritik ilmiah atas sebagian pasal dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (&lt;b&gt;“UUPT”&lt;/b&gt;)  yang menurut beliau bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tulisan oleh :DR. Jonker Sihombing, S.E., M.H., MA.&lt;br /&gt;        Judul   :Implikasi dan Konsekuensi Hukum Atas Perseroan Terbatas yang Tidak&lt;br /&gt;                                 Menyesuaikan Anggaran Dasarnya Sesuai UU No. 40 Tahun 2007&lt;br /&gt;Penulis mengawali dengan gambaran umum UUPT, tinjauan teoritis tentang PT, seluk beluk penyesuaian anggaran dasar (&lt;b&gt;“AD”&lt;/b&gt;), kemudian dilanjutkan dengan konsekuensi dan implikasi hukum yang timbul akibat keterlambatan/kealpaan penyesuaian AD, dan ditutup dengan seputar permasalahan hukum PT yang terlambat menyesuaikan AD dan kemudian jatuh pailit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tulisan oleh :DR. Zulkarnain Sitompul, S.H., LL.M.&lt;br /&gt;        Judul   :Analisis Hukum: Kewenangan Lembaga Penjamin Simpanan dalam Pembubaran dan&lt;br /&gt;                                 Likuidasi Perseroan Terbatas&lt;br /&gt;Penulis mengawali tulisannya dengan Pendahuluan yang berisi latar belakang, alasan, dan peran penting Lembaga Penjamin Simpanan (&lt;b&gt;“LPS”&lt;/b&gt;). Kemudian dilanjutkan dengan Fungsi dan Tugas LPS, termasuk namun tidak terbatas pada prosedur Penanganan Bank Gagal. Di bagian selanjutnya, masalah-masalah apa saja yang dihadap LPS dalam penanganan Bank Gagal, diakhiri dengan Penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ringkasan tulisan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan oleh : DR. Habib Adjie, S.H., M.H., CN.&lt;br /&gt;Judul  : Penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Dalam Teori dan Praktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan-persoalan dalam UUPT  antara lain:&lt;br /&gt;1. Bahwa Pasal 9 ayat (3) UUPT menyatakan: Dalam hal pendiri tidak mengajukan sendiri permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), pendiri hanya dapat memberi kuasa kepada notaris.&lt;br /&gt;Kuasa dari para pendiri kepada Notaris sebenarnya tidak diperlukan, karena sudah menjadi kewajiban Notaris dalam menjalankan jabatannya selaku pejabat umum yang melaksanakan sebagian tugas Negara khususnya di bidang hukum keperdataan, mengajukan pengesahan badan hukum Perseroan Terbatas (&lt;b&gt;“PT”&lt;/b&gt;).&lt;br /&gt;Dengan demikian, keberadaan Pasal 9 ayat (3) UUPT ini sangat tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pasal 10 ayat (1) UUPT berbunyi: Permohonan untuk memperoleh Keputusan Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) harus diajukan kepada Menteri paling lambat 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal akta pendirian ditandatangani, dilengkapi keterangan mengenai dokumen pendukung.&lt;br /&gt;Notaris mengajukan permohonan untuk memperoleh Keputusan Menteri. Ketentuan Pasal 10 ayat (1) ini &lt;i&gt;a quo&lt;/i&gt; secara yuridis tidak dapat dipertanggungjawabkan validilitas-legalitasnya. Hal ini dicermati dalam undang-undang &lt;i&gt;a quo&lt;/i&gt; bahwa baik di dalam konsiderans maupun di bagian penjelasan, tidak ditemui keterangan tentang &lt;i&gt;legal rationing&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;ratio legis&lt;/i&gt;nya pasal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pasal 10 ayat (9) UUPT berbunyi: Dalam hal permohonan untuk memperoleh Keputusan Menteri tidak diajukan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), akta pendirian menjadi batal sejak lewatnya jangka waktu tersebut dan perseroan yang belum memperoleh status badan hukum bubar karena hukum dan pemberesannya dilakukan oleh pendiri.&lt;br /&gt;Jika sebuah Akta Notaris telah memenuhi syarat lahir, formal, dan materil, maka tidak ada Akta Notaris yang serta merta batal karena lewat waktu. Ada tata cara agar Akta Notaris batal, yaitu telah dilanggarnya syarat lahir, formal, dan materil, dan ini harus melalui pembuktian ketat berdasarkan putusan pengadilan, karena pada dasarnya Akta Notaris harus memberikan jaminan kepastian hukum kepada para pihak yang membutuhkannya. Dengan demikian ketentuan batal tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dan telah melanggar ketentuan syarat lahir, formal dan materil Akta Notaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pasal 10 ayat (10) UUPT yang menunjuk kepada Pasal 10 ayat (1) UUPT.&lt;br /&gt;Akta Notaris akan tetap berlaku dan mengikat sepanjang selama tidak dibatalkan oleh para pihak atau berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, oleh karena itu Akta Notaris mempunyai umur yuridis yang akan disimpan oleh Notaris sendiri atau pemegang protokolnya selama eksistensi lembaga Notariat ada. Suatu hal yang sangat di luar batas dan tidak sesuai dengan makna Akta Notaris, jika Akta Notaris yang dibuat telah sesuai tata cara pembuatan Akta Notaris, dinilai menjadi tidak ada artinya, karena suatu alasan yang tidak jelas berdasarkan hukum sebagaimana disebutkan dalam pasal tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pasal 21 ayat (5) UUPT berbunyi: Perubahan anggaran dasar yang tidak dimuat dalam akta berita acara rapat yang dibuat notaris harus dinyatakan dalam akta notaris paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal keputusan RUPS. (RUPS adalah Rapat Umum Pemegang Saham).&lt;br /&gt;Substansi pasal tersebut sangat merugikan, jika sebuah PT yang telah berstatus badan hukum, anggaran dasarnya tidak dinyatakan dengan Akta Notaris. Dalam kaitan ini pasal tersebut tidak memberikan jalan keluar apapun. Dikhawatirkan jika pasal tersebut diterapkan, maka akan menghambat operasional suatu perseoran terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pasal 21 ayat (6) UUPT berbunyi: Perubahan anggaran dasar tidak boleh dinyatakan dalam akta notaris setelah lewat batas waktu 30 (tigapuluh) hari sebagaimana dimaksud pada ayat (5).&lt;br /&gt;Substansi pasal ini telah memasung hak perdata dari subyek hukum berupa perseroan terbatas. Hukum telah menentukan bahwa perseroan terbatas yang telah berbadan hukum sebagai penyandang hak dan kewajiban sebagaimana subyek hukum lainnya yaitu manusia. Oleh karena itu, adanya “larangan” dalam pasal ini merupakan pemasungan hukum terhadap eksistensi perseoran terbatas. Apalagi dalam penjelasan pasal, tidak ada alasan mengapa harus ada “larangan” itu. “Larangan” yang dimaksud adalah larangan menyatakan perubahan anggaran dasar dengan Akta Notaris setelah lewat batas waktu 30 (tigapuluh) hari.&lt;br /&gt;Selain itu, pasal ini juga merupakan larangan kepada Notaris untuk tidak membuat Akta seperti itu. Oleh karena itu, keberadaan pasal tersebut tidak perlu dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pasal 21 ayat (7) UUPT berbunyi: Permohonan persetujuan perubahan anggaran dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diajukan kepada Menteri paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal akta notaris yang memuat perubahan anggaran dasar.&lt;br /&gt;Substansi pasal ini menimbulkan pertanyaan, apa dasar hukumnya permohonan persetujuan tersebut harus diajukan paling lambat 30 hari terhitung sejak tanggal Akta Notaris yang memuat perubahan AD tersebut. Memang jangka waktu sangat diperlukan, namun jangan dibebankan kepada jangka waktu, sehingga menjadi beban Notaris dan perseroan terbatas. Seharusnya, jangka waktu tersebut harus dibebankan kepada Menteri yang akan memberikan pengesahan, dalam arti dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak permohonan diterima, maka Menteri wajib memberikan pengesahan, jika tidak memberikan pengesahan dalam jangka waktu tersebut, maka Menteri dianggap telah memberikan pengesahan. Bahwa dalam tata kelola pemerintahan yang baik, jangka waktu tersebut harus menjadi beban dan kewajiban pemerintah sebagai pelayan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pasal 21 ayat (8) UUPT berbunyi: Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) mutatis mutandis berlaku bagi pemberitahuan perubahan anggaran dasar kepada Menteri.&lt;br /&gt;Sama seperti Pasal 21 ayat (7) UUPT tersebut di atas, jangka waktu pengesahan, dalam berapa lama dapat dilakukan merupakan beban dan kewajiban pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pasal 21 ayat (9) UUPT berbunyi: Setelah lewat batas waktu 30 (tigapuluh) hari sebagaimana dimaksud pada ayat (7) permohonan persetujuan atau pemberitahuan perubahan anggaran dasar tidak dapat diajukan atau disampaikan kepada Menteri.&lt;br /&gt;Suatu hal yang sangat tidak tepat atau tidak berdasarkan hukum yang berlaku, jika suatu Akta lewat batas waktu (expired), menjadi tidak dapat diajukan atau disampaikan kepada Menteri untuk disetujui. Apa dasar dan alasannya, Menteri tidak mau menerima Akta seperti itu? Bukankah pemerintah (Menteri) telah menempatkan dirinya sendiri sebagai pihak yang berkewajiban untuk memberikan persetujuan tersebut? Seharusnya batasan waktu seperti itu tidak perlu ada. Jika hal itu terjadi, karena alasan tertentu, apakah harus dilakukan RUPS lagi, dan bagaimana nasib dari RUPS yang telah lewat itu? Jika pasal ini masih tetap dipertahankan, dan di sisi yang lain tidak memberikan jalan keluar sama sekali, maka yang akan terjadi adalah kemacetan hukum untuk permohonan persetujuan seperti itu, dan pada akhirnya masyarakat dan Notaris akan sangat dirugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pasal 157 menegaskan:&lt;br /&gt;(1) Anggaran dasar dari Perseroan yang telah memperoleh status badan hukum dan perubahan anggaran dasar yang telah disetujui atau dilaporkan kepada Menteri dan didaftarkan dalam daftar perusahaan sebelum undang-undang ini berlaku, tetap berlaku jika tidak bertentangan dengan undang-undang ini.&lt;br /&gt;(2) Anggaran dasar dari Perseroan yang belum memperoleh status badan hukum atau angaran dasar yang perubahannya belum disetujui atau dilaporkan kepada Menteri pada saat Undang-undang ini mulai berlaku, wajib disesuaikan dengan undang-undang ini.&lt;br /&gt;(3) Perseroan yang telah memperoleh status badan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan, dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah berlakunya undang-undang ini wajib menyesuaikan anggaran dasarnya dengan ketentuan undang-undang ini.&lt;br /&gt;(4) Perseroan yang tidak menyesuaikan anggaran dasarnya dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dibubarkan berdasarkan putusan pengadilan negeri atas permohonan kejaksaan atau pihak yang berkepentingan.&lt;br /&gt;Memberikan kewenangan kepada kejaksaan ataupun kepada pihak yang berkepentingan untuk melakukan suatu tindakan hukum tersebut di atas untuk membubarkan perseroan terbatas tersebut, sebenarnya tidak mudah untuk dilakukan, karena harus ada alasan hukum yang jelas, bukan hanya semata-mata AD nya belum menyesuaikan atau tidak menyesuaikan dengan UUPT yang baru.&lt;br /&gt;Substansi Pasal 157 UUPT dapat ditafsirkan bahwa, meskipun sampai saat ini masih banyak perseroan terbatas belum menyesuaikan anggaran dasarnya, walau telah melampaui satu tahun sejak berlakunya UUPT yaitu tanggal 16 Agustus 2008, tidak serta merta PT tersebut bubar demi hukum, namun dapat dibubarkan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) atas permohonan kejaksaan atau pihak yang berkepentingan. Dengan demikian, selama tidak ada yang mengajukan permohonan untuk membubarkan perseroan tersebut, maka PT tersebut tetap diakui sebagai badan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Status Perseroan sebagai Badan Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya ada empat cara terbentuknya badan hukum, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sistem Konsesi atau Sistem Pengesahan&lt;br /&gt;Menurut sistem ini, suatu lembaga akan memperoleh kedudukan atau status sebagai badan hukum karena disahkan oleh instansi yang ditunjuk oleh peraturan perundang-undangan tertentu. Misalnya, PT memperoleh status sebagai badan hukum karena mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman, sebagaimana tersebut dalam Pasal 36 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ditentukan oleh Undang-undang.&lt;br /&gt;Menurut sistem ini, undang-undang telah menentukan sendiri bahwa lembaga yang tersebut dalam undang-undang bersangkutan merupakan badan hukum. Contohnya Pasal 19 ayat (2) UU No. 16 tahun 1985 tentang Rumah Susun, disebutkan bahwa perhimpunan penghuni rumah susun yang didirikan menurut ketentuan undang-undang ini diberi kedudukan sebagai badan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sistem Campuran&lt;br /&gt;Menurut sistem ini, status badan hukum diperoleh karena ditentukan oleh undang-undang itu sendiri dan setelah ada pengesahan dari instansi yang berwenang. Contohnya Koperasi, berdasarkan Pasal 9 UU No. 25 tahun 1992 tentang Koperasi, ditegaskan bahwa Koperasi memperoleh statsus badan hukum setelah Akta pendiriannya disahkan oleh pemerintah (dalam hal ini departemen koperasi atau menteri yang membidangi urusan koperasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Melalui Yurisprudensi&lt;br /&gt;Status badan hukum diperoleh melalui yurisprudensi, contohnya Yayasan menurut Putusan Hogerchtshof 7884 (Mahkamah Agung Hindia-Belanda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, status Badan Hukum PT dalam UUPT, menganut sistem campuran. Lihat Pasal 1 ayat (1) yang menyatakan bahwa PT adalah Badan Hukum dan memperoleh status badan hukum pada tanggal diterbitkannya Keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum perseroan pada Pasal 7 ayat (4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis (Habib Adjie) berpendapat bahwa status badan hukum untuk perseroan ataupun untuk yang lainnya akan diperoleh berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM ataupun dari otoritas pemerintah lainnya tidak perlu dilakukan, dengan alasan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak ada pertanggungjawaban dari pemerintah, jika PT yang telah memperoleh status badan hukum, ternyata PT tersebut bermasalah dalam operasionalnya, karena pertanggungjawaban PT akan dikembalikan kepada para pemegang saham, direksi, dan komisaris PT yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saat ini institusi yang akan memberikan status badan hukum, ada 2(dua), yaitu Menteri Hukum dan HAM, dan Dinas Koperasi (kota/kabupaten/propinsi) untuk Koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, harus dikembangkan suatu teori baru tentang perolehan status badan hukum untuk PT ataupun yang lainnya. Yaitu, status badan hukum tersebut akan diperoleh setelah Akta Pendirian PT telah selesai dilakukan di hadapan Notaris, maka pada saat itu juga PT telah memperoleh kedudukan sebagai badan hukum, sedangkan kepada Menteri Hukum dan HAM cukup Notaris yang bersangkutan untuk melaporkannya secara elektronik dengan telah didirikannya PT di hadapan Notaris yang bersangkutan. Dalam hal ini aturan hukum yang bersangkutan cukup menegaskan bahwa lembaga tertentu akan berkedudukan sebagai badan hukum setelah Aktanya dibuat di hadapan Notaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; --------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;-----------------&lt;br /&gt;Nantikan BAGIAN KEDUA tulisan ini yang akan memuat ringkasan tulisan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tulisan oleh :DR. Jonker Sihombing, S.E., M.H., MA.&lt;br /&gt;        Judul   :Implikasi dan Konsekuensi Hukum Atas Perseroan Terbatas yang Tidak&lt;br /&gt;                                 Menyesuaikan Anggaran Dasarnya Sesuai UU No. 40 Tahun 2007&lt;br /&gt;Penulis mengawali dengan gambaran umum UUPT, tinjauan teoritis tentang PT, seluk beluk penyesuaian anggaran dasar (“AD”), kemudian dilanjutkan dengan konsekuensi dan implikasi hukum yang timbul akibat keterlambatan/kealpaan penyesuaian AD, dan ditutup dengan seputar permasalahan hukum PT yang terlambat menyesuaikan AD dan kemudian jatuh pailit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tulisan oleh :DR. Zulkarnain Sitompul, S.H., LL.M.&lt;br /&gt;        Judul   :Analisis Hukum: Kewenangan Lembaga Penjamin Simpanan dalam Pembubaran dan&lt;br /&gt;                                 Likuidasi Perseroan Terbatas&lt;br /&gt;Penulis mengawali tulisannya dengan Pendahuluan yang berisi latar belakang, alasan, dan peran penting Lembaga Penjamin Simpanan (“LPS”). Kemudian dilanjutkan dengan Fungsi dan Tugas LPS, termasuk namun tidak terbatas pada prosedur Penanganan Bank Gagal. Di bagian selanjutnya, masalah-masalah apa saja yang dihadap LPS dalam penanganan Bank Gagal, diakhiri dengan Penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat. :)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-3399059354178957659?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/3399059354178957659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/kritik-ilmiah-atas-uu-pt-konsekuensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/3399059354178957659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/3399059354178957659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/kritik-ilmiah-atas-uu-pt-konsekuensi.html' title='Kritik Ilmiah atas UU PT &amp; Konsekuensi Hukum PT yang Tidak Menyesuaikan Anggaran Dasar serta Kewenangan LPS dalam Pembubaran PT'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-3105467806054674325</id><published>2010-01-25T20:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T20:28:16.614-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Jendela Rara, Impian Seorang Anak Kolong Jembatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; Ketika membaca Jendela Rara, cerpen karya Asma Nadia, pikiranku langsung tertuju pada sebuah perjumpaan sekitar tujuh tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Tujuh tahun lalu ketika aku masih berbaju SMA dan berambut—rada—gondrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan dengan seorang anak kecil berwajah kusam, berbaju dekil, rambutnya kuning kecoklatan seperti sering terkena sinar matahari---yang di kemudian hari kuketahui---ia biasa berlari dan tertawa lebar, bercanda bersama teman sebaya di antara padatnya desingan mobil, asap motor, bus kota, sambil mengamen di lampu merah Fatmawati, seberang Apotek Retna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari yang panas, pulang sekolah, turunlah aku dari Metro Mini 610 Jurusan BlokM-Pd.Labu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya turun di Pasar, tapi saat itu –seperti kebiasaan 610 sampai saat ini--- penumpang di “oper”. Di “oper” ke 610 yang ada di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat menginjakkan kaki di aspal, seketika tanganku ditarik oleh seorang sosok kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak, boleh minta tolong, mau tanya, Matahari atau Bumi yang berputar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tersenyum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak kecil ini menyodorkan secarik kertas lusuh dan sebuah pena berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak, bumi ada di mana? Planet kita ada di mana? Gambarin donk Kak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini kamu mau ujian? Sekolah dimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jelasin donk kak…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mulai menggambar posisi matahari dan planet-planet dalam tata surya kita, seraya menjawab pertanyaannya. Aku jelaskan dengan bahasa yang sesederhana mungkin dan kuharap mudah ia pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trimakasih ya Kak…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Trimakasih kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil saling tersenyum bahagia, kami berpisah dan tak pernah lagi aku berjumpa  dengan anak itu  sampai detik ini.&lt;br /&gt;&lt;span&gt; --------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;--------------&lt;br /&gt;Maka izinkanlah saya membagi kisah kepada Anda. Kisah nyata saya di atas, ada kesamaan nya dengan cerpen karya Asma Nadia yang akan Anda baca di bawah ini. Anak-anak—sekalipun Anak Jalanan, tapi jiwa mereka tetap Anak-anak—begitu polos dan memiliki keinginan yang besar. Semoga melahirkan inspirasi, pembelajaran, semangat baru, dan kepedulian pada sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jendela Rara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin apa adanya dari Album Cerita Pilihan Asma Nadia Emak Ingin Naik Haji Cinta Hingga Tanah Suci, Terbitan Asma Nadia Publishing House, hlm. 87-99, Cet. Pertama, Agustus 2009.&lt;br /&gt;&lt;span&gt; --------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;--------------------&lt;br /&gt;Sebuah rumah imut&lt;br /&gt;dengan dinding hijau berlumut,&lt;br /&gt;Jendela-jendela besar yang menjaring matahari&lt;br /&gt;dan halaman mungil berumpun melati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara, anak perempuan berusia sembilan tahun itu terus menggambari belakang kertas bungkus cabai, yang diambilnya dari los sayur Yu Emi. Sebuah pensil pendek terselip di jarinya. Mata Rara masih memandangi gambar rumah mungil, yang menjadi impiannya. Mulut kecilnya menyumbang senyum. Manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mak, kapan kita punya rumah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ia mengerti arti tempat tinggal, pertanyaan itu kerap disampaikannya pada Emak. Mulanya perempuan berusia empat puluh limaan, yang rambutnya beruban di sana-sini itu, tak menjawab. Baginya tak terlalu penting apa yang ditanyakan anak-anak. Kerasnya kehidupan membuat ia dan lakinya, hanyut dalam kepanikan setiap hari, akan apa yang bisa dimakan anak-anak esok. Maka pertanyaan apapun dari anak-anak lebih sering hanya lewat di telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mak, kapan kita punya rumah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanak-kanak seusia Rara, tak mengenal jera atau bosan mengulang pertanyaan serupa. Dan kali ini, ia berhasil mendapat perhatian lebih dari Emak. Sambil menyandarkan punggunggnya di dinding tripleks mereka yang tipis, Emak menatap sekeliling. Matanya menyenter rumah kotak mereka yang empat sisinya terbuat dari tripleks. Hanya satu ruangan, di situlah mereka sekeluarga, ia, suami dan lima anaknya—sekarang empat---memulai dan mengakhiri hari-hari. Tak ada jendela, karena rumah-rumah di kolong jembatan jalan tol menuju bandara itu terlalu berdempet. Bahkan nyaris tak ada celah untuk sekadar lalu lalang, kecuali gang senggol yang terbentuk tak sengaja akibat ketidakberaturan pendirian rumah-rumah tripleks di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa yang beruntung mendapatkan tiang rumah yang lebih kokoh,langsung dari beton tebal yang menyangga jalan tol di atas mereka. Kamar mandi? Ada MCK umum yang biasa mereka pakai sehari-hari. Cukup bayar tiga ratus rupiah, sudah bisa mandi puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan tahun mereka tinggal di sana. Tidak perlu bayar pajak, hanya uang sewa setiap bulan yang disetorkan ke Rozak, Ketua RT mereka, sekaligus orang paling berkuasa di perkampungan sini, juga uang listrik ala kadarnya. Memang semua sangat sederhana, tapi baginya tempat tinggal ini tetap…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ini rumah kita, Ra!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara menggeleng. Ekor kuda di kepalanya yang kemerahan, karena sering ditempa garang matahari bergoyang beberapa kali. Di benaknya bermain bayangan tumah tinggal yang diimpikannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rumah imut&lt;br /&gt;dengan dinding kehijauan berlumut,&lt;br /&gt;Jendela-jendela besar yang menjaring matahari&lt;br /&gt;dan halaman mungil berumpun melati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak tampak kaget dengan tanggapan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rara mau punya rumah yang ada jendelanya, Mak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa. Besok kita minta abangmu buatkan jendela satu, ya? Kecil saja tak apa, kan?” ujar Emak sambil tertawa. Kemana jendela itu akan menghadap nanti? pikirnya, ke rumah Mas Dadang tetangga merekakah? Apa iya mereka mau diintip kegiatannya setiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa tahu. Paling tidak hal itu mungkin bisa membuat Rara senang. Kalau dia menolak mengamen di perempatan lampu merah nanti, apa tidak repot?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya lima orang. Yang tertua jadi tukang pukul di tempat Mami Lisa, kompleks pelacuran dekat tempat tinggal mereka. Anak kedua, entah apa kerjanya, kadang pulang, lebih sering menghilang. Anak yang ketiga perempuan, sebetulnya dulu rajin sekolah, apa daya ia tak sanggup lagi menyolahkan si Asih. Jadilah gadis lima belas tahun itu drop out dari sekolah, dan sekarang kabarnya sudah jadi anak buah Mami. Entahlah. Anaknya yang keempat, bocah laki-laki, selisih dua tahun dari Rara, tewas dua bulan lalu, dengan luka di bagian leher dan anus. Mungkin jadi korban laki-laki gendeng yang suka menyantap anak-anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara anaknya yang bontot. Keras kepala dan punya keinginan kuat. Sekarang masih sekolah di madrasah ibtidaiyah, itu pun karena kebaikan hati kakak pengajar di sana, ia tak harus membayar sepeser pun. Syukurlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jendelanya bisa masuk matahari, enggak, Mak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara menggoyang bahu Emanknya. Tapi kali ini perempuan yang melahirkannya itu hanya menghela napas berat dan meninggalkan Rara dengan bayangan jendela-jendela besar yang menjaring sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Madrasah, sorenya. “Kata Mak, rumahku akan punya jendela!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara berbisik ke telinga teman sebangkunya. Di sekitarnya, kawan-kawan sedang mengikuti surat Al-Ma’un yang diucapkan Kak Romlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang bener, Ra?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bola mata bulat milik Inah membesar. Ia ikut senang jika impian Rara terwujud. Sejak dulu Rara sering bicara soal keinginnannya memiliki rumah kecil dengan jendela-jendela besar yang memungkinkan sinar matahari masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita bisa hemat listrik! Enggak usah idupin lampu lagi kalo siang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara menambahkan. Giginya yang kecil-kecil tampak seiring senyumnya yang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa belajar di sana dong?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya! Enggak harus ke gardu dulu untuk baca buku. Kan udah terang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum lebarnya terkembang lagi. Inah tampak ikut senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mau minta ibuku bikin jendela juga, ah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku juga!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa? Jendela di rumah Rara?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue juga deh. Mau bilang Bapak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak ada jendela!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba suasana kelas riuh seperti pasar. Berita Rara yang rumahnya akan punya jendela menyebar luas. Ternyata apa yang diinginkan gadis kecil itu juga menjadi mimpi anak-anak yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jendelaku nanti paling buesar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ipul, anak salah satu karyawan Mami Lisa, mengakhiri obrolan mereka sore itu sepulang dari madrasah.&lt;br /&gt;------&lt;br /&gt;“Jadi bikin jendela, Ra?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Jun, mencolek pipinya. Mata laki-laki berusia dua puluh tahun itu mengamati hasil coretan adiknya.&lt;br /&gt;“Udah malam kok belum tidur?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara tidak menjawab. Tangannya masih asyik menari-nari di atas secarik kertas usang yang diambilnya lagi dari Yu Emi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, itu gambar apa, Ra?” komentar abangnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jendela? Kok gede banget!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara menghentikan kegiatan menggambarnya. Bola matanya yang cokelat menatap Bang Jun yang perhatiannya terpusat pada gambar. Gadis kecil itu menganggukkan kepala. Senyumnya cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kan, Bang Jun bikinin Rara jendela?” kalimatnya dengan tatapan penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jun hanya menatap Emak dan Bapak yang tiduran di atas sehelai tikar using. Wajah kedua orangtuanya itu tampak letih. Pastilah. Bukan pekerjaan ringan mencomoti barang dari tempat sampah satu ke tempat sampah lain. Belum jika hasil mulung Bapak, ternyata besi-besi tua. Memang bawa untung yang lebih besar. Tapi berat yang dipikul juga jelas jauh dibandingkan sampah botol plastik atau barang-barang lain . Malah akhir-akhir ini cuaca makin panas saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara menarik kaus oblong yang dipakai abangnya. Beberapa saat Rara dan abangnya bertatapan, dengan pikiran masing-masing yang tak terpantulkan. Tapi keheningan mereka segera buyar oleh langkah-langkah yang terdengar dari depan. Asih muncul di balik pintu. Matanya yang sayu segera saja menatap keduanya tak semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih ngeributin soal jendela?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara tak menjawab, tangannya meraih tas murahan yang dibawa Asih. Dengan sigap, gadis kecil itu mengambil air di teko dan mengulurkan ke kakaknya. Tapi Asih yang mulutnya bau minuman keras itu menepis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue ngantuk. Malah tadi laki-laki yang gue temenin minumnya kuat banget. Mau nolak, engga enak sama Mami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bilang aja lo sakit, sih! Tadi aja gue pulang duluan. Lagian pegawai Mami Lisa kan enggak cuma elo.”&lt;br /&gt;“Iya, tapi itu kan sama aja nolak rezeki!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara diam, mendengarkan saja percakapan kedua saudaranya. Tapi kalimat kakaknya barusan, mengusiknya untuk menimpali, “Kata guru Rara di madrasah, rezeki kan dari Allah, Kak. Bukan dari tamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat lugu yang dengan cepat dipatahkan kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh, anak kecil sok tau. Tunggu nanti kamu gede, baru ngerasain. Hidup tuh cari yang haram aja susah, apalagi yang halal!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara menundukkan kepala. Kakaknya dulu lembut dan baik hati. Sempat juga ngaji di madrasah seperti dia. Tapi setelah putus sekolah dan jadi karyawan di tempat Mami, gadis berkulit hitam manis itu berubah. Dandanannya makin menor. Ke mana-mana pake kaus dan celana panjang serbaketat. Omongannya juga jadi kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara tahu, tidak Cuma kakaknya yang berubah. Tapi juga kakak si Inah, ibu si Ipul, dan banyak lagi. Konon mereka dulu juga anak madrasah. Tapi daya tarik rumah pelacuran, yang letaknya hanya beberapa ratus meter dari madrasah terlalu menggoda. Itu jalan pintas dapat duit. Realitas masyarakat di sudut-sudut Jakarta yang bukan tidak diketahui orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara tercenung. Mungkin benar hidup jadi orang dewasa itu sulit, pikirnya. Mungkin itu sebabnya mereka jarang tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ra! Kalo mau punya jendela, modal sendiri dong!” lantang suara kakaknya mengagetkan Rara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asih!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asih yang mabuk terus bicara dan tak menggubris teguran Jun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebutuhan tuh banyak. Udah bagus gue sama Jun kerja. Pake buat yang lebih penting dong!” cerocos Asih, tangannya menjewer kuping Rara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara tak gentar. Matanya yang jernih menatap lurus kearah Asih yang menyalakan rokok dan menghirupnya nikmat. Bagaimanapun Kak Asih harus tahu kalo jendela itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jendela itu penting, Kak. Buat keluar-masuk udara. Terus kalo siang kita enggak perlu nyalain lampu. Udah terang karena sinar matahari yang masuk!” jawab Rara tak kalah keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi banyak yang lebih penting dari jendela,” Asih tak mau kalah, “Makan kamu misalnya!” lanjutnya kesal. Bayangkan ia sudah capek-capek tiap malam, kadang lembur merelakan badannya melayani empat tamu dalam semalam. Apa adiknya itu tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kata Emak, Bang Jun bakal bikinin Rara jendela. Ya, kan, Bang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Rara lirih, bercampur isakan. Jun yang melihatnya jadi tidak tega. Tangan cowok itu membelai-belai kepala adiknya. Lalu menatap Rara lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya. Tapi Rara juga ikut kumpulin duit, ya? Jangan dipake jajan! Kita perlu uang untuk beli kayu, kaca, bikin kusennya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan itu mahal, tau, Ra!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ssst… Asih!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keributan yang kemudian tak terelakkan antara Jun dan Asih membuat Rara melarikan diri ke sudut rumah. Ia berjongkok sendiri, mata cokelatnya berkaca. Bertambah-tambah perasaan gundahnya kala Bapak terbangun lantaran suara berisik yang timbul, lalu menempeleng keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua gara-gara jendela besar Rara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh. Rara mengusap air mata yang jatuh di pipinya. Besok ia akan mengamen lebih giat. Kalau perlu sambil jual koran, semir sepatu, atau membersihkan kaca mobil-mobil yang berhenti di lampu merah. Apa saja, pikir Rara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, lelah dan air mata membuat Rara tertidur. Pikiran kanak-kanak membawanya pada impian. Malam itu Rara bermimpi menari di antara jendela-jendela besar yang mengantarkan sinar matahari kepadanya. Juga kerlip bintang-bintang malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama seminggu lebih, Rara berhemat. Ia bahkan menghemat mandi, sehari sekali, supaya bisa menyimpan tiga ratus rupiah di sakunya. Uang perolehannya ngamen dan bekerja di perempatan , tak dipakainya sesen pun untuk beli es mambo di warung, kwaci, permen, dan jajanan lain. Ia betul-betul berhemat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sore ini Rara pulang dengan hati melonjak-lonjak. Menurut hemat gadis kecil dengan rambut diekor kuda itu, tabungannya cukup untuk membuat sebuah jendela yang besar. Bahkan jika tidak ada halangan, lusa mungkin ia sudah bisa menatap sinar matahari menghangatkan lantai tanah di rumah mereka. Membayangkan itu, perasaan Rara makin tak keruan. Seperti meluncur dari tempat yang tinggi. Sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum! Emak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara menghambur kearah Emak yang sedang menyapu lantai. Bohlam sepuluh watt, mengalirkan hawa panas yang merembesi baju Emak. Padahal di luar sana masih terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mak, sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara menyeret tangan perempuan itu, memaksanya duduk di bangku kayu yang satu kakinya telah patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apaan sih, Ra?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak menatap anak bungsunya dengan pandangan sedikit cemas. Apa lagi sekarang? Baru semingguan ia merasa lega, karena Rara tidak lagi mengutarakan keinginannya untuk punya jendela. Yang dikatakan bapaknya si Rara memang benar. Anak kecil enggak usah terlalu dianggap serius. Mereka kadang memang menggebu-gebu minta sesuatu. Namun biasanya, keinginan itu juga cepat menguap dan hilang dari ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara masih memandang Emak dengan mata bercahaya. Keriangan anak-anak terpancar di wajahnya yang oval.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mak, tebak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apaan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh, jangan soal jendela lagi. Jangan-jangan dia minta punya dua pintu lagi? Atau kamar sendiri? Batin perempuan itu sedikit cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara menyerahkan sejumlah uang dalam kepalannya, ke telapak tangan Emak yang basah keringat.&lt;br /&gt;“Buat bikin jendela! Jadi kalo kulit Rara sekarang lebih gosong, bukan karena main, Mak! Tapi karena Rara kerja banting tulang buat jendela kita! Papar gadis kecil itu ceriwis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jendela?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata penat Emak menatap berganti-ganti, dari uang di tangannya, dan raut wajah di bungsu. Begitu terus selama beberapa saat. Sayang, Rara terlalu riang untuk memperhatikan perubahan wajah Emak. Bocah perempuan itu malah terus bicara dengan kalimat-kalimat panjang, kadang nyaris tersedak, karena kebahagiaan yang meletup-letup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jendelanya nanti di sebelah sini, ya, Mak. Rara mau nya kayunya warna cokelat tua. Malam ini Rara mau begadang nungguin Bang Jun. Mau kasih tau modelnya. Besok pagi, biar Rara temenin Bang Jun ke toko material. Kita bisa beli kayu, terus kaca, terus…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emak tak mendengar lagi penjelasan Rara. Benaknya digayuti kejadian siang tadi, ketika Pak RT datang bersama sekretarisnya dan berbicara serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gara-gara Rara, semua anak di sini pada minta dibuatin jendela sama orangtuanya. Saya bukannya tidak mau mengizinkan. Tapi kan Emak tahu sendiri situasinya. Rumah-rumah saling menempel, dinding yang satu menjadi dinding yang lain. Lagi pula, kalau dipaksakan, percuma tidak akan bisa masuk sinar matahari. Kecuali kalau mau ngebor jalan tol di atas sana! Saya sebagai Ketua RT tidak bisa mengizinkan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata lelah Emak mulai menggenang. Andai saja ia bisa memantulkan pikiran di benaknya. Pastilah seperti cermin yang memantulkan dua sisi bayangan. Rumahnya dan penduduk lain di bawah kolong jembatan ini, di satu sisi. Dan rumah Pak RT, di sisi lain, dengan jendela-jendela kaca yang besar.&lt;br /&gt;Waktu masih terisi celotehan antusias Rara. Di dekatnya, Emak masih menatapi gumpalan uang kertas dan receh di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kami, 2003&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=773770&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=251767870902&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=251767870902&amp;amp;id=1516973148"&gt;&lt;img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs136.snc3/18379_1287292671876_1516973148_773770_5382101_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=773771&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=251767870902&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=251767870902&amp;amp;id=1516973148"&gt;&lt;img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs256.ash1/18379_1287293071886_1516973148_773771_1599431_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=773772&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=251767870902&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=251767870902&amp;amp;id=1516973148"&gt;&lt;img style="width: 460px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs156.snc3/18379_1287293431895_1516973148_773772_7388805_n.jpg" class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=773773&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=251767870902&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=251767870902&amp;amp;id=1516973148"&gt;&lt;img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs156.snc3/18379_1287293511897_1516973148_773773_8194683_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=773779&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=251767870902&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=251767870902&amp;amp;id=1516973148"&gt;&lt;img style="width: 460px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs256.ash1/18379_1287293951908_1516973148_773779_8283161_n.jpg" class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=773781&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=251767870902&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=251767870902&amp;amp;id=1516973148"&gt;&lt;img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs256.ash1/18379_1287294671926_1516973148_773781_4406084_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-3105467806054674325?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/3105467806054674325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/jendela-rara-impian-seorang-anak-kolong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/3105467806054674325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/3105467806054674325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/jendela-rara-impian-seorang-anak-kolong.html' title='Jendela Rara, Impian Seorang Anak Kolong Jembatan'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7704878437889936901.post-915219648160063627</id><published>2010-01-25T19:27:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T20:18:03.190-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bersama DR.Daud Rasyid.MA dan Ust.Yumroni.Lc.MA'/><title type='text'>Tadabbur Surah Saba' ayat 23-45</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="snap_preview"&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Tadabbur Surah Saba’ ayat 23-45&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Katakanlah hai Muhammad: Panggilah orang-orang yang kamu anggap, yang kamu besarkan, yang kamu agung-agungkan selain Allah. Mereka tidak memiliki walau sebesar atom pun di langit dan di bumi. Mereka tidak punya kawan dan juga tidak memiliki penolong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi nanti orang yang mempunyai sembahan-sembahan selain Allah akan disuruh mencari sembahan-sembahannya dulu di dunia dan meminta tolong darinya. Tetapi ternyata mereka tidak memiliki apapun di langit dan di bumi, tidak bisa menolong walau sedikitpun. Hanya Allah lah yang dapat memberikan pertolongan kepada siapa yang Ia kehendaki.&lt;br /&gt;Kalau zaman sekarang ini, sembahan-sembahan atau thogut contohnya adalah isme-isme di luar Al Islam seperti nasionalisme, sekularisme, pruralisme, liberalisme, humanisme, feminisme, dan lain-lain diagung-agungkan. Nanti Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan menyuruh kepada manusia yang ingkar itu untuk memanggil isme-isme yang dulu mereka agung-agungkan itu. Tetapi, sesuai janji Allah, isme-isme itu tidak akan dapat menolongnya, walau sedikitpun. Jadi, seorang mukmin haruslah yakin bahwa hanya Al Islam inilah yang akan menyelamatkan. Satu-satunya  hanya Allah lah yang akan menyelamatkannya. Maka disaat itulah penyesalan besar terjadi. Orang yang sukses disaat itu adalah orang-orang yang sudah mengenal kebenaran dan istiqomah di atas kebenaran itu. Walaupun di dunia istiqomah ini sulit, bisa tersisih dari lingkungan, bahkan kerap mendapat cap teroris, garis keras, kaku, tidak mau mengikuti perkembangan zaman, yang berpikir masa lalu, tidak berpikir ke depan, dan sebagainya. Insya Allah orang-orang yang istiqomah ini adalah orang-orang yang selamat dan menang di mata Allah. Justru orang yang mengangungkan pembela-pembela selain Allah, selain Al Islam, akan disuruh Allah datangkan isme-isme yang mereka agung-agungkan dahulu di dunia. Mereka akan disuruh meminta pertolongan pada isme-isme nya itu. Tapi thogut-thogut itu tidak akan bisa menolongnya. Jadi mukmin harus yakin Al Islam inilah yang akan menyelamatkannya. Satu-satunya Allah lah yang akan menyelamatkan. Mukmin sejati tidak akan mau sedikitpun beralih dari keimanan, ia akan memegang dengan teguh kebenaran itu. Kalau orang melepaskan kekufuran kemudian kembali kepada Islam maka inilah kemuliaan, tetapi apabila orang setelah mengenal Islam ia menjadi pemuja isme-isme diluar Islam, maka sesungguhnya ini adalah musibah baginya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Nasionalisme adalah salah satu contoh wujud nyata paham ashobiyah. Membangga-banggakan bangsa dan ismenya. Apa lah gunanya membangga-banggakan sesuatu yang tidak berasal dari Allah Azza wa Jalla? Segala paham yang dibuat manusia apapun paham itu sesungguhnya adalah paham palsu. Baik dipaksa atau dirayu kepada kita untuk memeluknya. Tidak ada pembelaan nanti di sisi Allah kecuali orang yang diizinkan oleh Allah Ta'ala Siapa itu? Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam lah yang nanti akan memberikan syafaat kepada umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi Al Qur’an bila ditadabburi merupakan penguatan bagi keimanan kita bahwa Al Islam itulah segala-galanya. Hanya orang tertentu yang diberikan Allah izin untuk memberi syafaat. Mereka yang nanti rasa takut dihilangkan dari dalam hatinya, mereka akan bertanya: “Apa tadi yang dikatakan oleh RabbMu?”. Mereka berkata: “Yang dikatakan oleh Tuhan Kami adalah Al Haq.” Pernyataan tegas ini juga harus kita katakan pada siapapun di dunia ini, termasuk orang-orang yang kafir pada Allah dan orang-orang sekuler. Sampaikan Al Haq kepada mereka sekalipun dicap aneh, dicap teroris, garis keras, dan sebagainya. Sesungguhnya mukmin yang sejati gigih dan teguh memegang Al Haq.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Katakanlah hai Muhammad, siapakah yg memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Katakanlah: Allah. Dan kalian berada di atas petunjuk atau dalam kesesatan yang nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang memegang Al Islam berada di atas hudan (petunjuk), sementara mereka yang melepas Islamlah yang berada fi dollalin mubin (dalam kesesatan yang nyata).&lt;br /&gt;Ayat-ayat seperti ini lah yang menguatkan posisi kita sebagai mukmin. Mukmin yang senantiasa mentadabburi Kitabullah atas izin Allah tidak akan mudah terpengaruh oleh debu dunia, politik yang kotor, uang haram, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka katakanlah hai Muhammad, kalian tidak akan dimintakan pertanggungjawaban atas yang kami lakukan dan begitu juga tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang kamu lakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi tanggungjawab kita dihadapan Allah adalah sendiri-sendiri, tidak ada pengalihan tanggung jawab. Tidak ada dosa warisan dalam Islam. Siapa berbuat dia yang bertanggungjawab.&lt;br /&gt;Kalau orang mau mentadabburi dan memahami ayat ini insya Allah akan muncul rasa waspada, hati-hati, dan bertanggungjawab dalam bertindak. Dia tidak akan mudah mengekor dan tidak mau asal ikut-ikutan. Taklid membabi buta pada manusia adalah sangat berbahaya tanpa di atas petunjuk. Di dunia, manusia model semacam ini bisa menyatakan dengan lantang bahwa dia akan bertanggungjawab dunia akhirat sekalipun tindakannya salah. Tapi di akhirat nanti, itu semua bohong. Tidak akan ada orang yang berani mau bertanggungjawab pada kesalahan orang lain. Di akhirat ia akan lepas tangan, membela diri dan menyalahkan orang-orang yang mengikutnya, siapa suruh ikut dirinya. Jadi salah atau benar ikut saja, ini tidak ada dalam Islam.&lt;br /&gt;Dalam sebuah ayat dikatakan bahwa:&lt;br /&gt;Katakanlah Muhammad : aku mengajak manusia ke jalan Allah diatas kesadaran, bashiroh, kebenaran aku dan orang-orang yang mengikuti aku. Jadi bukan mau benar atau salah yang penting ikut aku!!! Jadi dakwah yang benar adalah dakwah yang taklid dan mengajak pada sumber kebenaran, yaitu Al Qur’an dan AsSunnah. Manusia itu tidak lepas dari kesalahan. Ketika ia sudah keluar dari Al Qur’an dan AsSunnah jangan ikuti. Jadi Islam adalah dien yang mengajak orang untuk cerdas. Tidak asal taklid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah pentingnya kita memahami Al Qur’an,. Supaya mengetahui jalan yang benar. Hidup di dunia tanpa Al Qur’an, pasti tersesat. Lihatlah manusia yang banyak sekarang ini, kaum muslimin. Kemana arus kesitulah mereka ikut. Anak-anak mudanya diombang-ambingkan oleh serangan budaya yang melalaikan manusia dari mengingat Allah. Tren fashion, musik, berbagai budaya barat, menghabiskan waktu dan masa muda mereka. Bagaimana mereka nanti ketika ditanya Allah tentang masa mudanya untuk apa digunakan. Orangtuanya juga menghabiskan sisa usia mereka di padang golf, lapangan tennis, bepergian, justru bukan menghabiskan waktunya dengan Al Qur’an. Seolah-olah mereka mengatakan, sesungguhnya hari akhir (hari perhitungan amal dan dosa) itu nanti adalah hari yang mudah. Padahal Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam dan para Sahabat Rhadiyallahu Ta'ala anhum ajmain, serta mukmin yang sejati justru takut dengan hari akhir, sebab disanalah semua akan dimintai pertanggungjawaban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti kaum Nasrani dan Yahudi, mereka menyembah Tuhan selain Allah, atau siapapun yang lain-lain, kaum jahiliyah dahulu dan sekarang, maka nanti di akhirat akan ditanya oleh Allah  atas sembahannya itu. Allah akan katakan kepada mereka: Ayo perlihatkan mana sembahan-sembahanmu dahulu di dunia?. Tidak! Sekali-kali tidak! Allah Maha Perkasa Maha Bijak. Tidak Kami utus kamu Muhammad melainkan kepada seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;Jadi risalah Rasulullah adalah risalah global untuk seluruh belahan dunia, bukan hanya untuk Timur Tengah atau orang-orang Asia saja. Rasulullah itu pemberi kabar gembira dan peringatan, tetapi banyak manusia tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam tidak diutus hanya untuk orang arab. Tapi untuk sekalian alam. Islamisasi bukanlah arabisasi! Orang-orang yang mengatakan Islam identik dengan arabisasi dan tidak cocok untuk orang-orang di luar arab adalah orang-orang yang dusta (istiro’). Dimanapun dien nya itu sama. Yaitu Al Islam. Makanya tidak ada istilahnya Islam Indonesia, Islam Jawa, dan lain sebagainya. Yang ada adalah fikih Islam. Titik. Selesai. Artinya Islam yang bersumber pada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah, serta Ijtihad yang bersumber pada Qur’an dan Sunnah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Manusia yang meyakini konsep Islam kaffah itu memang minoritas. Lihatlah ayat ini, betullah kata Allah Tabaroka wa Ta’ala. Kebanyakan manusia tidak mengerti bahwa hakikatnya Islam itu untuk seluruh manusia dan mengatur segala sendi kehidupan manusia. Banyak orang meyakini Islam itu hanya cocok dengan arab dan Rasulullahdiutus hanya untuk orang arab. Bahkan kita salah menamakan negara-negara arab dengan sebutan Timur Tengah. Padahal apabila kita mau jujur, maka negara-negara arab kalau dilihat dari Indonesia seharusnya Barat Tengah. Kita mengekor Amerika Serikat dalam penamaan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka berkata: Kapan janji ini datang dan terwujud bila kalian orang-orang yang benar? (Maksudnya yaumul akhir, perhitungan, al hisab, jannah dan naar). Kapan itu datang?&lt;br /&gt;Katakanlah wahai Muhammad: Tunggu saja, kamu akan menghadapi janji suatu hari yang namanya kematian, kamu tidak akan diperlambat maupun dipercepat walau satu saat pun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Bukhari, Rasulullah saw berkata: Ada 5 hal yang diberikan kepada saya, dan itu tidak pernah diberikan oleh Allah kepada nabi-nabi sebelumku:&lt;br /&gt;1. Aku diberikan kemenangan dari musuh, dengan ketakutan yang dialami musuh itu sejauh 1 (satu) bulan perjalanan;&lt;br /&gt;2. Dijadikan bagiku bumi sebagai masjid yang suci, siapa saja dari umatku, dimanapun ia berada dan berjalan, sementara waktu sholat sudah masuk, maka sholatlah kamu. Sebab dijadikan Nya tanah itu suci;&lt;br /&gt;3. Dihalalkan bagi saya, harta rampasan perang, bagi nabi-nabi sebelum Rasulullah harta rampasan perang diharamkan;&lt;br /&gt;4. Aku juga diberikan hak untuk memberikan syafa’at kepada umatku kelak di hari perhitungan;&lt;br /&gt;5. Dan adalah nabi yang dahulu diutus untuk kaumnya saja, sementara aku diutus untuk seluruh manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hadits lain Rasulullah berkata: Aku diutus pada kaum yang hitam dan yang merah. (Maksud hadits ini adalah bangsa Jin dan manusia/ orang arab dan orang non arab).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian Allah menyampaikan ayat tentang saat kematian (sa’ah) yang tidak dapat diundur. Maksudnya adalah hari kematian/ kiamat.&lt;br /&gt;Di hari kiamat nanti kita akan saling berbantahan. Baik yang mengajak pada kesalahan maupun yang diajak. Orang yang lemah menyalahkan yang menipu, demikian sebaliknya. Tidak ada yang saling dapat disalahkan. Masing-masing salah.&lt;br /&gt;Di hari akhirat nanti kita akan diazab sendiri-sendiri, tidak akan ada penterjermah antara kita dengan Allah. Masing-masing dari kita akan langsung berhadapan dengan Allah Ta'ala. Manusia akan dipanggil dengan namanya sendiri. Seluruh manusia sejak Nabi Adam Alaihisalam hingga manusia yang mati terakhir di dunia nanti akan disidangkan dalam keadaan telanjang tanpa sehelai kainpun di tubuhnya.&lt;br /&gt;Sahabat bertanya pada Rasulullah SAW berkenaan dengan keadaan manusia di saat itu: Wahai Rasulullah apakah kita malu tidak berpakaian saat itu? (melihat aurat masing-masing) Tidak! Kalian akan sibuk dengan perkara kalian masing-masing, sampai-sampai antara bapak dan anak, suami dengan istrinya, teman dengan temannya tidak bisa saling tolong. Yang dapat memberi pertolongan hanyalah orang-orang yang diberikan izin memberi syafa’at oleh Allah Ta’ala, seperti para Rasul, yang dapat memberi syafa’at kepada kaumnya, juga orang-orang yang mati syahid yang dapat mengajak sanak keluarganya hingga sebanyak 40 orang, namun semua itu kembali pada izin dan ridho Allah SWT.&lt;br /&gt;Jahannam (neraka) itu sudah menunggu orang yang akan masuk. Jahannam pun sama seperti surga merindukan penduduknya. Surga dan neraka itu sudah ada, yang tempatnya hanya Allah yang Maha Mengetahui, sebab di zaman Rasulullah SAW, ketika Isra Mi’raj beliau diperlihatkan bentuk surga dan neraka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudah sunnatullah bahwa kebenaran itu ada, kebatilan juga pasti ada. Ketika kebenaran memegang kekuasaan, maka kebatilan juga memiliki kekuasaan. Orang-orang yang berada dalam kebatilan adalah orang-orang yang sombong dengan harta, keturunan dan kekuasaan. Mereka merasa aman dari azab Allah. Allah lah yang memberikan kelapangan rizki kepada mereka. Sesungguhnya harta dan anak-anak mereka tidak dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah. Yang dapat mendekatkan diri kepada Allah adalah keimanan dan amal solehnya. Sampai-sampai paman-paman dan kerabat Rasulullah SAW, tidaklah bermanfaat. Berapa banyak paman Rasulullah yang tidak beriman? Kalaulah keturunan itu bermanfaat, tentu sudah pasti mereka lebih utama daripada kita. Sungguh yang bermanfaat adalah keimanan dan amal soleh. Kalau ada orang yang mengaku keturunan Rasulullah, maka tidak akan bermanfaat kalau mereka tidak beriman dan beramal soleh. Sama saja dengan orang lain. Cukuplah doa dan penghormatan kepada keluarga Rasulullah disampaikan ketika kita tasyahud dalam sholat. Itu sudah cukup, tidak perlu diagung-agungkan di luar sholat. Jadi yg menjadikan kita menang adalah keimanan dan amal soleh. Bukan keturuan, harta, maupun kekuasaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dahulu ada dua orang jahiliyah di zaman Rasulullah SAW yang selalu mengejek Rasulullah dan mengatakan bahwa risalah Muhammad itu hanya diikuti oleh orang-orang yang hina, bukan dari golongan orang-orang yang kaya. Kemudian teman Rasulullah yang sama-sama pedagang bertanya, manakah orang yang mengikuti kamu wahai Muhammad? Tunjukkanlah mereka kepada saya. Wahai Muhammad dakwah kamu itu untuk apa? Kemana? Lalu Rasulullah SAW menjawab: Saya berdakwah untuk ini, ini, dan ini. Ternyata apa yang didengarnya berbeda dengan apa yang didengarnya dari orang-orang kafir jahiliyah itu. Akhirnya setelah itu ia beriman.&lt;br /&gt;Jadi dakwah Rasulullah tidak hanya diikuti oleh orang-orang hina/ miskin saja, tetapi juga orang-orang kaya banyak yang masuk Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwasanya orang yang beriman akan memiliki kamar-kamar yg tinggi di surga. Allah katakan: pahala yang dilipatgandakan adalah: satu amalan soleh akan Allah lipatgandakan 10 (sepuluh) sampai 700 (tujuh ratus) kali. Berbeda dengan keburukan, kalau dikerjakan akan diganjar dengan 1 (satu) keburukan.&lt;br /&gt;Tentang surga, Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata, Rasulullah SAW: Sesungguhnya di dalam surga itu ada kamar-kamar, yang dari luar kelihatan dalamnya, dan dari dalamnya kelihatan luarnya. Kemudian orang badui bertanya: Untuk siapa itu? Rasulullah menjawab: Untuk yang bagus perkataannya, yang memberi makan bagi yang membutuhkan, yang senantiasa berpuasa, yang memelihara sholat ketika manusia masih terlelap (qiyamulail/shalat malam).&lt;br /&gt;Kemudian disebutkan juga di ayat itu, tidak ada satupun yang kamu infaqkan di jalan Allah kecuali Allah  akan menggantinya.&lt;br /&gt;Dalam Hadits Qudsi Allah SWT berkata kepada Rasulullah SAW: Berinfaqlah kamu wahai Muhammad, maka Aku akan berinfaq juga kepadamu. Berinfaqlah sebanyak-banyaknya dan jangan takut kekurangan dari Allah Yang Memiliki Arasy.&lt;br /&gt;Jadi berapapun yang kita infaqkan tidak akan pernah mengurangi rizki yang Allah berikan. Justru semakin bertambah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT nanti akan bertanya kepada sebagian malaikat dan jin yang disembah manusia, Apakah benar kalian disembah oleh manusia? Tapi malaikat dan jin itu akan berkata kepada Allah: Engkaulah Yang Maha Suci, Yang Maha Menolong kami wahai Tuhan kami. Dan hari itu tidak seorangpun akan memberikan kemudaratan atau manfaat kepada orang lain. Semua kembali kepada keimanan dan amal masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudah sunnatullah akan selalu ada orang yang membenci dan menghina kebenaran. Rasulullah SAW pun mendapat cacian dan hinaan apalagi kita. Jadi apakah demi tidak dicaci orang kita akan meninggalkan Al Haq?&lt;br /&gt;Kita dilarang mengikuti kebayakan manusia, karena kebanyakan manusia tidak beriman, Jadilah manusia yang istiqomah dalam komitmen dan sabar dalam menjalani jalan haq ini. Walaupun godaan istiqomah itu berat, dan itu bisa didapat dari orang-orang yang terdekat dengan kita seperti orangtua, istri, dan kerabat. Dan hanya orang-orang yang kuatlah yang sanggup bertahan. Pada umumnya orang tidak kuat, mungkin karena tekanan, mungkin karena godaan. Ada orang yang tahan penderitaan, tapi diuji dengan godaan, akhirnya terjerumus, tidak istiqomah, begitupun sebaliknya. Karena itu mohonlah pada Allah untuk menetapkan hati, menguatkan langkah dalam kebenaran ini. Memang strategi kaum kuffar itu merangkul kaum muslimin dengan godaan-godaan. Kalau dengan rangkulan-rangkulan ini muslimin jatuh, maka sudah semakin mudah kaum kuffar menjatuhkan kaum muslimin. Tetapi ada juga orang-orang yang kuat dan tegas, keras menolak rangkulan itu, tapi juga harus diingat bahwa perjuangan tidak berhenti sampai disitu. Apabila tidak mempan dirangkul, ya bisa disiksa bahkan hingga sampai mati. Inilah kematian yang mulia, kematian karena mempertahankan kebenaran.&lt;br /&gt;Memang dlm perjuangan ini salah satu yang dibutuhkan adalah kawan. Kawan ini harus cermat dalam mengenalinya. Pilih-pilihlah kawan. Orang yang mau berteman dengan kita saat senang, belum tentu saat susah ia mau berteman dengan kita. Ada pepatah Arab: Pada saat susah disanalah kamu mengenal siapa saudara atau teman kamu.&lt;br /&gt;Kalau kita sedang banyak uang, maka kita tidak bisa lihat siapa teman, karena memang yang mudah dicari itu kawan ketawa. Ajak saja makan-makan, maka pasti akan banyak yang datang. Tetapi ketika susah, lihatlah apakah mereka masih mau mendampingi. Tidak semua, kecuali hanya segelintir orang yang mau ikut membantu. Itulah teman sejati, siap mendampingi kita ketika kita sedang dilanda kesulitan, termasuk ketika kita sedang lalai dari mengingat Allah, mereka akan mengingatkan dan mengajak kita kembali kepada kebenaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wallahu a'lam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Subhanakallahumma wabihamdika Asyhaduanlailahailla Anta Astaghfiruka wa atubuilaik.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7704878437889936901-915219648160063627?l=bayuimantoro.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/feeds/915219648160063627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/tadabbur-surah-saba-ayat-23-45.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/915219648160063627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7704878437889936901/posts/default/915219648160063627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bayuimantoro.blogspot.com/2010/01/tadabbur-surah-saba-ayat-23-45.html' title='Tadabbur Surah Saba&apos; ayat 23-45'/><author><name>masbay</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17754689404769925306</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_flbqIrrzWuQ/TPCwNd7IOqI/AAAAAAAAAC0/O4k-aa0v-n4/S220/Tulips.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
